trenddjakarta.com – Politik identitas mengacu pada penggunaan identitas individu atau kelompok. Seperti agama, etnisitas, ras, atau gender, sebagai dasar untuk memperoleh dukungan. Atau mempengaruhi preferensi pemilih.
Isu-isu yang berkaitan dengan identitas seperti hak-hak minoritas, keadilan sosial. Atau isu-isu keagamaan sering kali menjadi pusat perhatian dalam kampanye.
Ketika para politisi menggunakan retorika yang mengeksploitasi perbedaan identitas untuk memperoleh dukungan, hal itu dapat memperkuat polarisasi dan mengaburkan isu-isu substansial yang mungkin lebih penting bagi kepentingan umum.
Media sosial juga memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat politik identitas. Platform-platform ini memungkinkan penyebaran informasi yang selektif dan pengumpulan orang-orang dengan pandangan serupa, yang dalam beberapa kasus dapat memperlebar kesenjangan antara kelompok-kelompok yang berbeda.
Dalam menghadapi pilkada 2024, penting bagi masyarakat dan pemilih untuk menjaga kesatuan dan persatuan tentang isu-isu negatif yang beredar, dan mengedepankan pemilihan berdasarkan pemikiran yang rasional dan informasi yang akurat dapat membantu mencegah politik identitas yang merugikan masyarakat secara keseluruhan.
Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Tangerang menyatakan sikap agar :
1) Menolak segala bentuk politik identitas
2) Agar menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat, serta prinsip-prinsip demokrasi
3) Membantu mengedukasi kepada masyarakat sekitar agar tidak terpengaruh politik identitas,dll
4) Serta meningkatkan kreativitas atau kegiatan para mahasiswa yang lebih bermanfaat. Sehingga para mahasiswa tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang melakukan kampanye atau politik identitas.(Ull)





