
trenddjakarta.com – Duo pop elektronik asal Bandar Lampung, Roomie Boys Alert, merilis single terbaru yang bertajuk “Repetitif”, melalui kerja sama dengan label rekaman berbasis di Jakarta, demajors. Dalam single ini, Roomie Boys Alert berkolaborasi dengan teman sejawatnya yaitu Rio Lazuardo. Rio juga merupakan vokalis dan gitaris dari grup musik garage rock asal Depok, Happiest Lokal.
Rio langsung menghubungi Luthfi Satria, vokalis duo pop elektronik Roomie Boys Alert yang juga sempat menyutradai klip video dari Happiest Lokal untuk menyelesaikan materi miliknya. Luthfi di beri kepercayaan untuk memproduseri single ini dan mengajak Angga Saputra yang mana adalah partner-nya di Roomie Boys Alert.
Lagu ini sebelumnya adalah salah satu dari tumpukan materi yang belum di selesaikan oleh Rio. Materi yang bernuansa elektronik ini mengingatkan Rio pada duo elektronik asal Lampung yang ia kenal. “Repetitif” juga di aransemen oleh Angga sendiri.
Vokal di rekam masing-masing oleh Rio dan Luthfi di tempat berbeda, lalu dikirim kembali ke Angga untuk dilakukan mixing dan mastering. Pengerjaan single ini di lakukan tanpa pertemuan fisik antara Rio, Luthfi, dan Angga. Semua di komunikasikan via smartphone. Begitupun dengan artwork, Luthfi menghubungi Rinaldi Choirul (Modjo) untuk mem-visualisasikan lagu tersebut dalam bentuk gambar. Selain seorang artworker, Modjo juga merupakan partner-nya dalam mengerjakan klip video dari Happiest Lokal kala itu. Single “Repetitif” ini di rilis secara digital pada tanggal 23 April 2025 melalui label rekaman demajors.
Di zaman yang serba cepat di sertai pilihan yang semakin banyak dari kemudahan yang telah ada saat ini (baca: teknologi). Beberapa orang justru bertambah bingung dalam menentukan apa yang di pilihnya. Tak sedikit orang yang tak tertarik dengan penawaran pekembangan itu dan memilih melakukan apa yang dia gemari sejak lama (sejak pilihan-pilihan itu belum ada) dan masih melakukannya sampai saat ini.
Tapi, tekanan perkembangan zaman memang semakin tak bisa di hindari. Semua hal-hal yang di gemari pelan-pelan mulai di tinggalkan, kompromi terhadap zaman kini mulai di tahap krisis, semua hal mulai terasa repetitif. Dan tentu saja sangat membosankan, kurang lebih itu yang menggambarkan lagu “Repetitif”.
(***)







