
trenddjakarta.com, Pekanbaru, 8 Agustus 2025 – Dalam rangkaian Pekanbaru Marketing Festival 2025, MarkPlus Institute membagikan strategi penjualan modern yang di adaptasi dari buku terbarunya, Jurus Jitu Jualan: Makin Sakti dengan AI. Di bawakan oleh Dimas Soerojo, Chief Business Executive MarkPlus Institute. Materi ini menggabungkan ketepatan teknik ala seni bela diri Jiu Jitsu dengan pemanfaatan teknologi terkini. Seperti generative AI untuk menghadapi tantangan penjualan di era kini. Sesi ini menjadi kelanjutan dari rangkaian acara perilisan buku Jurus Jitu Jualan. Yaitu Makin Sakti dengan AI yang di tulis oleh Di mas Soerojo, Marthani, dan Tinus Kusuma yang sebelumnya telah di lakukan di Semarang.
Di Pekanbaru, Dimas memaparkan bagaimana tenaga penjual dapat membangun hubungan jangka panjang. Membaca kebutuhan pelanggan secara akurat, dan menyelaraskan solusi bisnis melalui tiga prinsip dan lima jurus penjualan di tengah dinamika industri yang terus berubah.
“Seorang sales harus memahami strategi pemasar. Sebagai contoh, baju yang di targetkan untuk Gen-Z harus di jual dengan ukuran dan gaya yang sesuai dengan selera anak muda
zaman sekarang,” tegas Dimas dalam presentasinya.
Tiga Pilar Penjualan Modern
Dalam sesi tersebut, Dimas menegaskan bahwa sales masa kini tidak cukup hanya pandai berbicara, tetapi harus memahami bisnis secara menyeluruh. Terdapat tiga prinsip yang
menjadi fondasi:
1. Wawasan Pemasaran yang Komprehensif – Menguasai 4C (Change, Competitor, Customer, Company) untuk membaca dinamika pasar dan membentuk peran sales
sebagai arsitek bisnis.
2. Literasi Keuangan Bisnis – Memahami laporan keuangan seperti Balance Sheet, Cash Flow, dan Income Statement agar kontribusi penjualan berdampak langsung pada
profitabilitas dan keberlanjutan bisnis.
3. Kolaborasi Lintas Divisi – Menjadi penghubung antara kebutuhan pelanggan dan operasional perusahaan dengan prinsip QCDS (Quality, Cost, Delivery, Service).
Lima Jurus Penjualan Adaptif Buku Jurus Jitu Jualan: Makin Sakti dengan AI merumuskan lima langkah taktis yang dapat di terapkan di berbagai situasi:
1. Fleksibel dalam Membangun Relasi – Menyesuaikan pendekatan di setiap tahap hubungan, dari kenal, dekat, hingga akrab.
2. Mengubah Perspektif dengan SPIN Selling – Menggali kebutuhan pelanggan sebelum menawarkan solusi, di perkuat teknologi AI untuk akurasi.
3. Memulai dari Penawaran Kecil – Menggunakan uji coba atau konsultasi singkat untuk membangun kepercayaan menuju kesepakatan besar.
4. Negosiasi dengan Kuncian & Lemparan – Memanfaatkan momen tepat terkait kebutuhan, waktu, dan harga untuk menciptakan win-win solution.
5. Langkah Kecil, Tepat Sasaran – Mengoptimalkan CRM, AI, dan otomasi dalam siklus Get, Keep, Grow, Win-Back untuk efisiensi dan keberlanjutan hubungan pelanggan.
“Pasar bergerak cepat, di pengaruhi teknologi, perilaku konsumen dan persaingan. Tenaga penjual yang lambat beradaptasi akan tertinggal. Sementara mereka yang terus belajar, memahami tren industri. Juga memanfaatkan teknologi dengan tepat akan selalu menemukan peluang baru,” tutup Di mas.
Pekanbaru Marketing Festival 2025 menjadi wadah kolaborasi dan pembelajaran bagi para tenaga penjual dan profesional pemasaran. Menegaskan bahwa peran sales di era modern bukan lagi sekadar eksekutor, melainkan mitra strategis bagi pertumbuhan bisnis. Melalui materi Jurus Jitu Jualan, MarkPlus Institute bertujuan untuk mendorong tenaga penjual di Pekanbaru dan sekitarnya. Guna menjadi lebih relevan, humanis dan adaptif di tengah perubahan pasar yang cepat.
(***)





