
trenddjakarta.com, Jakarta, 6 Juni 2026 – Setiap individu memiliki potensi untuk tumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Namun, bagi sebagian individu neurodivergen, perjalanan menuju dunia kerja sering kali di hadapkan pada berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan akses informasi hingga minimnya kesempatan yang tersedia. Berangkat dari keyakinan bahwa keberagaman adalah kekuatan, PT United Tractors Tbk (UT) terus berupaya menciptakan ruang yang inklusif bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensinya.
Komitmen tersebut di bagikan UT dalam talkshow bertajuk “Lebih dari Sekadar Kuota: Neurodivergen, Berkarya untuk Indonesia”. Dan yang di selenggarakan oleh Circle4Autism/Yayasan Autisma Indonesia di Ruang Serbaguna Menara Bidakara 1, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi sekaligus pembelajaran bersama mengenai pentingnya membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif. Yang bagi individu neurodivergen dan difabel di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut. UT hadir sebagai representasi dunia industri yang telah mengimplementasikan Program Harmonika (Harmoni dalam Keberagaman). Yaitu sebuah program pemberdayaan individu difabel melalui kesempatan magang yang di rancang secara terstruktur dan berkelanjutan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara UT dan Yayasan Autisma Indonesia yang bertujuan membuka akses pengalaman kerja nyata bagi individu neurodivergen.
“Program Harmonika kami rancang bukan hanya untuk membuka kesempatan magang bagi individu neurodivergen dan difabel. Tetapi juga memastikan mereka memperoleh pengalaman kerja yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Karena itu, prosesnya di lakukan secara terstruktur mulai dari seleksi administrasi, wawancara, hingga asesmen psikologi. Sehingga potensi peserta dapat di petakan dan di kembangkan secara optimal di lingkungan kerja.” Organization Development & Productivity Department Head UT, Nurdiansyah Budiman.
Pada tahun 2025, Program Harmonika telah memberikan kesempatan magang kepada 18 individu difabel yang di tempatkan di 10 perusahaan Grup UT. Selama tiga bulan masa magang, para peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, membangun kepercayaan diri. Serta juga mengenal dunia kerja secara langsung.
Melalui forum ini. UT juga memperkenalkan kembali Program Harmonika 2026. Yang sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam menciptakan lebih banyak kesempatan bagi individu neurodivergen. Di mana untuk berkembang dan berkontribusi. Informasi tersebut di sampaikan kepada para orang tua, keluarga, lembaga pendamping, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan individu neurodivergen.
Talkshow ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Di antaranya Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.; Wiku Anindito dari HPP Law Firm; Taufiq Hidayat selaku Job Coach Circle4Autism/Yayasan Autisma Indonesia. Serta Nurdiansyah Budiman dari United Tractors. Kehadiran para pembicara memberikan perspektif yang beragam mengenai pentingnya kolaborasi antara keluarga, komunitas, pemerintah. Dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif.
Dalam sesi diskusi, moderator Ananda Sukarlan yang mewakili Circle4Autism menyampaikan apresiasi atas upaya yang di lakukan UT dalam membuka ruang bagi individu neurodivergen untuk berdaya dan berkembang. Menurutnya, Program Harmonika menjadi salah satu contoh praktik baik yang menunjukkan bahwa perusahaan dapat membangun program magang inklusif yang terstruktur, komprehensif. Dan memberikan dampak nyata bagi peserta maupun organisasi.
Suasana semakin menginspirasi saat acara di tutup dengan sesi testimoni dari peserta magang Program Harmonika. Kisah-kisah yang di bagikan menjadi pengingat bahwa ketika kesempatan di berikan secara setara, individu neurodivergen mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dan membangun kemandirian, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kerja dan masyarakat.
Melalui Program Harmonika, UT percaya dapat memberikan ruang bagi setiap individu untuk tumbuh dan berkarya. Dengan membuka lebih banyak kesempatan, UT berharap semakin banyak talenta neurodivergen yang dapat mengembangkan potensinya. Dan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia yang lebih inklusif, beragam, dan berkelanjutan.
(***)





