
trenddjakarta.com, Pekanbaru, 7 Agustus 2025 – Di tengah derasnya adopsi teknologi dan kompetisi global, Provinsi Riau menegaskan bahwa pemasaran bukan lagi sekadar alat promosi, melainkan strategi membangun reputasi dan masa depan. Melalui Pekanbaru Marketing Festival 2025, bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival (IMF), Riau. Menegaskan tekadnya untuk menjadikan pemasaran sebagai fondasi inovasi daerah, penguatan reputasi, dan pembangunan ekonomi inklusif.
Dalam pembukaan, Wakil Gubernur Riau, H. SF. Hariyanto menegaskan bahwa, “Daya saing daerah di tentukan oleh kemampuan membangun reputasi dan kepercayaan, bukan semata infrastruktur atau sumber daya alam. Pemasaran menjadi strategi paling relevan untuk memperkuat posisi daerah secara Nasional dan global melalui kolaborasi lintas sektor.”
Dalam sesi “Trade War or Tech War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran”. Ini di bawakan oleh Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp. Hermawan menjelaskan bahwa di era digital yang semakin kompetitif ini, penting bagi kita semua untuk menemukan Positioning, Di fferentiation dan Brand (PDB) yang kuat untuk memenangkan persaingan. Selain itu, Hermawan juga menekankan pentingnya bagi suatu perusahaan untuk mencapai Quality, Cost, Delivery dan Service dengan pemaparan dan contoh kasus studi dari jenama jenama terkemuka di Indonesia dan Internasional. Tidak lupa juga Hermawan menyerukan urgensi untuk menerapkan inisiatif keberlanjutan dalam rangka membantu tercapainya 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang di targetkan oleh PBB tercapai di tahun 2030.
Roni Rakhmat, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, menekankan pentingnya membangun narasi city branding yang otentik dan menyatu dengan identitas daerah. Menurutnya, branding bukan sekadar soal logo atau tampilan visual. Melainkan bagaimana potensi budaya lokal di olah secara konsisten dan strategis menjadi identitas yang di kenali, di terima, dan di banggakan oleh masyarakat.
Dua sesi panel diskusi memperkaya perspektif. Panel pertama bertajuk “New Customer Management” membahas loyalitas pelanggan berbasis teknologi cerdas. Alvon Yulius, Founder of Avara Custom Indonesia, sebagai anggota dari Diplomat Entrepreneurs Network menyampaikan. Bahwa loyalitas pelanggan tidak lagi di bangun melalui program diskon atau hadiah, tetapi lewat pengalaman yang personal dan relevan.
Di kesempatan yang sama, Inu Suprianto, Senior Manager Niaga & Manajemen Pelanggan PLN UID Riau & Kepri selaras menyebutkan. Bahwa digitalisasi di sektor pelayanan publik
justru memperkuat relasi antara institusi dan pelanggan. Tentunya jika di jalankan dengan pendekatan human-centered.
Panel kedua mengangkat tema “New Product & Brand Management” dengan fokus pada AI sebagai katalis inovasi. Dr. dr. Ninung Rose Diana Kusumawati, M.Si. Med., Sp.A(K), Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Kariadi Semarang menjelaskan. Bahwa integrasi AI dalam dunia kesehatan mampu menghadirkan layanan yang lebih prediktif dan efisien, tanpa mengabaikan empati kepada pasien.
Senada, Dr. dr. Inu Mulyantoro, Sp.OG, Subsp.FER, D.MAS, Dokter Spesialis RSUD Dr. Kariadi Semarang, menambahkan, bahwa AI harus menjadi alat bantu dalam pengambilan keputusan klinis, bukan pengganti tenaga medis. Menurutnya, inovasi di sektor medis harus tetap berpusat pada kebutuhan pasien secara menyeluruh, termasuk aspek emosional dan
psikologis.
Dari sektor otomotif, Tio Muhamedi, IT Coordinator Agung Toyota Sumatera Region. Menilai AI sebagai katalis strategi bisnis yang mempercepat inovasi dan memperkuat citra brand. Menurutnya, pemanfaatan AI memungkinkan analisis pasar real-time dan perancangan strategi pemasaran yang efisien. Ia menekankan pentingnya memahami potensi dan limitasi penggunaan AI secara tepat, sehingga perusahaan tetap relevan di tengah persaingan industri.
Pekanbaru Marketing Festival 2025 menjadi ajang apresiasi bagi upaya pemasaran yang berdampak di tingkat lokal. Penghargaan Industry Marketing Champion dan Public Service
Awards Riau di berikan kepada tokoh dan institusi yang menunjukkan bahwa pemasaran bukan hanya alat bisnis, tetapi juga kekuatan dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Dua kategori penghargaan Entrepreneurial Marketing for IMPACT di berikan kepada perwakilan kampus. Dan juga korporasi yang di nilai berhasil mendorong perubahan melalui inovasi dan empati.
Sebagai penutup yang menyegarkan dan inklusif, sesi WOW Night menghadirkan Noraebang bersama komunitas K-Pop lokal. Momen ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemasaran tidak selalu bersumber dari algoritma dan teknologi, melainkan dari koneksi emosional, empati sosial dan keberanian. Yang semuanya untuk mendengarkan dan mengekspresikan suara komunitas.
(***)




