
trenddjakarta.com, Yogyakarta, 11 Agustus 2025 – MarkPlus Institute resmi membuka Indonesia Marketing Festival (IMF) 2025 di Kota Yogyakarta melalui Jogja Marketing Festival 2025 yang di awali dengan program Campus Day di Universitas Gadjah Mada. Memasuki tahun ke-13, IMF terus menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku bisnis, akademisi, industri. Dan pemerintah dalam merespons dinamika pemasaran Nasional di tengah percepatan transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI).
Yogyakarta di pilih sebagai kota pembuka karena kekayaan sejarah, semangat kewirausahaan dan komunitasnya yang kuat. Menjadikannya representasi ideal kolaborasi antara nilai lokal dan kesiapan menghadapi masa depan. Dengan tema “Sustainable Marketing in the AI Era”, IMF 2025 mendorong peran aktif generasi muda dalam membentuk lanskap pemasaran yang lebih inovatif, inklusif dan berkelanjutan.
Acara di buka oleh Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, yang menekankan pentingnya pendidikan yang berdampak. Berorientasi pada kebermanfaatan, pencapaian sustainable development goals yang di lakukan secara kolektif, dan self-branding.
“Tidak hanya institusi, tapi setiap orang harus mampu membranding diri dalam rangka marketing untuk tujuan yang baik,” Ungkap Agus.
Mewakili Universitas Gadjah Mada, Dr.Agr.Sc. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik UGM menjelaskan pemanfaatan AI dan teknologi dalam konteks pendidikan dan dukungan UGM untuk mempersiapkan mahasiswanya untuk siap menghadapi dunia profesional setelahnya.
Selain itu, juga ada kata sambutan oleh Prof. Setyabudi Indartono, MM., Ph.D. Kepala LLDIKTI Wilayah V, yang menekankan pentingnya pendidikan berdampak dan menggabungkan AI dengan kemampuan para mahasiswa untuk masa depan. Serta mengingatkan bahaya dari penggunaan teknologi dan AI tanpa moderasi dari diri sendiri. Rangkaian Campus Day IMF Semarang juga menghadirkan sesi Diplomat Success Challenge by Wismilak Foundation. Bersama Emir Hartri Putra, Director of Ecosystem and Operations dari Impala Network selaku perwakilan dari Diplomat Success Challenge. Yang menceritakan kisah Impala Network serta mengajak peserta melihat peluang di balik perkembangan. Dan menjadikan AI sebagai mitra dalam menemukan solusi terbaik.
“Semuanya menyambung. Everyone is interconnected, dan inilah yang kita sebut dengan sebuah ekosistem. Kampus membutuhkan korporasi, korporasi membutuhkan kampus, pemerintah membutuhkan wirausahawan, dan wirausahan membutuhkan pemerintah. Semuanya menyambung.” ujar Emir.
Rozaliana, Marketing Bantex dalam sesinya juga memaparkan bahwa sebagai salah satu produsen terkemuka di bidang peralatan kantor dan sekolah, Bantex siap mendukung perjalanan akademik dan profesional mahasiswa melalui rangkaian produk berkualitas yang beragam dan fungsional.
Gaby Balqies, Growth & Acquisitions BCA Digital menjelaskan pentingnya mengelola keuangan sedari muda. Dan bagaimana BCA Digital melalu blu by BCA Digital mampu membantu penggunanya untuk mengelola keuangan pribadi secara lebih mudah dan menyenangkan.
Ardhi Ridwansyah, Deputy CEO MarkPlus Institute, melalui paparan bertajuk “Marketing Pathways: What’s Hot?”, membedah dinamika industri pemasaran terkini, keterampilan masa depan yang di butuhkan. Serta peluang karir yang terbuka lebar di tengah era disrupsi teknologi.
“Melalui MarkPlus Institute dan Indonesia Marketing Festival 2025, kami bertujuan untuk mendorong mahasiswa tidak hanya agar siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berpikir secara kreatif dan memahami peran mereka dalam ekosistem digital yang terus berkembang. AI bukan untuk di takuti, melainkan di manfaatkan secara cerdas. Dengan perkembangan teknologi, banyak peluang baru yang bisa di jelajahi,” jelas Ardhi.
Sesi selanjutnya dari hari pertama Jogja Marketing Festival 2025 di adakan Content Marketing Competition bekerjasama dengan ANTAM Logam Mulia dan MarkPlus Institute. Dalam sesi ini, peserta-peserta di beri kesempatan untuk menganalisis dan memecahkan studi kasus nyata dari ANTAM Logam Mulia. Dengan hadiah senilai jutaan Rupiah, ANTAM Logam Mulia dan MarkPlus Institute berharap kompetisi ini dapat mengasah kemampuan analisis mahasiswa dan mempersiapkan mereka dalam menghadapi dunia profesional.
Melalui Jogja Marketing Festival 2025 ini, MarkPlus Institute menegaskan peran sebagai katalisator yang menjembatani dunia pendidikan dan industri profesional. Membekali generasi muda yang tidak hanya adaptif secara teknologi, tetapi juga visioner dalam membangun karier. Serta siap menjadi agen perubahan yang relevan dan berdampak.
(***)






