
trenddjakarta.com, Surabaya, 29 Agustus 2025 – Surabaya Marketing Week (SMW) 2025 kembali menjadi ruang pertemuan penting bagi para pelaku bisnis, profesional, hingga komunitas pemasaran untuk berbagi strategi dan inspirasi. Dalam rangkaian hari ketiga, MarkPlus Institute memperkenalkan buku terbarunya berjudul “Jurus Jitu Jualan”. Sebuah panduan praktis yang meramu pengalaman lapangan dengan pendekatan penjualan modern berbasis teknologi. Buku ini hadir di tengah semakin kompleksnya lanskap bisnis, di mana persaingan ketat. Disrupsi digital dan perubahan perilaku konsumen menuntut tenaga pemasar untuk lebih adaptif.
Mengadaptasi filosofi seni bela diri Jiu Jitsu yang menekankan kecermatan teknik di bandingkan kekuatan semata. Jurus Jitu Jualan menggarisbawahi bahwa strategi penjualan masa kini bukan lagi soal mendorong produk, melainkan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam dan menawarkan solusi yang relevan serta berkelanjutan.
Ardhi Ridwansyah, Deputy CEO MarkPlus Institute, menegaskan. Bahwa industri kini bergerak menuju ekosistem yang lebih terintegrasi, sehingga tenaga penjualan harus
melampaui transaksi semata. Ia menilai perubahan perilaku konsumen menuntut mereka mampu membaca data, menguasai teknologi, dan tetap menjaga sentuhan personal. Menurutnya, kunci keberhasilan ke depan terletak pada kemampuan menciptakan nilai yang membedakan, bukan sekadar bersaing harga.
Dalam pemaparannya, Ardhi menekankan tiga prinsip utama bagi tenaga penjualan modern. Pertama, memahami dinamika pasar melalui kerangka 4C (Change, Competitor, Customer, Company). Kedua, menguasai literasi finansial agar aktivitas penjualan tetap terhubung dengan profitabilitas perusahaan. Ketiga, menjadi kolaborator lintas divisi dengan prinsip QCDS (Quality, Cost, Delivery, Service) untuk menyelaraskan penawaran dengan kebutuhan nyata pelanggan.
Ketiga fondasi tersebut menjadi dasar bagi lima jurus penjualan adaptif yang di tawarkan dalam buku Jurus Jitu Jualan. Jurus pertama adalah menjual dengan fleksibilitas melalui tahapan membangun hubungan mulai dari berkenalan hingga akrab. Kedua mengajarkan perubahan cara pandang lewat metode SPIN Selling. Yang di perkuat teknologi AI untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih akurat. Ketiga menekankan pentingnya penawaran kecil menuju kesepakatan besar sebagai strategi membangun kepercayaan. Keempat menempatkan negosiasi layaknya teknik kuncian dalam Jiu Jitsu untuk menjaga kendali percakapan. Sementara jurus terakhir menyoroti pemanfaatan siklus Get, Keep, Grow, Win-Back serta teknologi CRM untuk mengelola hubungan pelanggan secara berkelanjutan.
Lebih jauh, Ardhi menekankan bahwa keterlibatan langsung dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan akan menjadi pembeda di tengah pasar yang jenuh. “Perusahaan yang mampu menggabungkan di siplin strategi bisnis dengan pemahaman mendalam terhadap pelanggan akan lebih siap menghadapi tekanan kompetisi global maupun tantangan krisis,” jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp, menegaskan pentingnya dedikasi dalam profesi penjualan. “Menjadi tenaga penjual bukan sekadar bekerja pada jam tertentu, melainkan hadir untuk memberikan solusi kapan pun pelanggan membutuhkannya. Dengan komitmen itu, kita bisa membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang yang bernilai. Serta kita akan selalu selangkah lebih siap menghadapi perubahan,” ujarnya.
Pengenalan Jurus Jitu Jualan di Surabaya Marketing Week 2025 mempertegas komitmen MarkPlus Institute dalam menghadirkan literasi pemasaran yang relevan dengan kondisi industri saat ini. Dengan memadukan budaya lokal, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi modern. Surabaya menjadi kota di mana lahirnya generasi pemasar yang lebih adaptif, inovatif. Dan yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal maupun Nasional.
(***)




