
Penyerahan bantuan paket kesehatan untuk disabilitas netra
trenddjakarta.com – Di tengah semangat mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berdaya, PT United Tractors Tbk (UT) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra dan penyerahan bantuan berupa alat bantu pembelajaran inklusif, yaitu phantom anatomi dan braille text yang di rancang untuk membantu peserta belajar secara langsung melalui peraga sentuh dan teks braille. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal (31/10/2025), di Sentra Wyata Guna, Bandung. Adapun tujuan UT menyelenggarakan kegiatan ini untuk memberikan akses edukasi kesehatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bagi sebagian orang, memahami tubuh dan kesehatan mungkin terasa sederhana. Namun, bagi penyandang disabilitas netra, akses terhadap pengetahuan dasar tentang tubuh sendiri sering kali tidak mudah di dapatkan. Melalui program corporate social responsibility (CSR) di bidang kesehatan (UTCARE), UT ingin menghadirkan pengalaman belajar yang setara melalui ruang inklusif. Di mana, para peserta dapat memahami dan mengenali tubuh mereka secara mandiri dengan penuh percaya diri.
“Kami percaya bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses terhadap edukasi kesehatan. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas juga dapat memperoleh pemahaman yang memadai tentang tubuh dan kesehatannya. Inklusi bukan sekadar konsep, tetapi tanggung jawab bersama untuk diwujudkan,” ujar CSR Manager UT, Himawan Sutanto.
Edukasi ini di rancang secara inklusif dan interaktif, menggunakan metode pembelajaran yang di sesuaikan dengan kebutuhan peserta. Mulai dari penyampaian materi secara verbal hingga penggunaan media pembelajaran berbasis sentuhan dan literasi braille. Setiap detail di susun agar peserta dapat memahami konsep kesehatan reproduksi dengan cara yang sesuai dengan mereka.
Bagi UT, kegiatan ini tidak sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga perwujudan dari nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pendekatan empatik dan partisipatif, edukasi ini mendorong peserta untuk lebih sadar, berani, dan mandiri dalam menjaga kesehatannya.
Sinergi antara UT dan Kemendukbangga (BKKBN) menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga sosial. Dan yang dapat menciptakan dampak yang luas bagi masyarakat. Lebih dari sekadar edukasi. Kegiatan ini membuka jalan bagi penyandang disabilitas netra untuk mendapatkan hak yang sama dalam memahami tubuh dan kesehatannya. Karena bagi UT setiap langkah kecil yang di lakukan dengan tulus dapat membawa perubahan besar. Yaitu menuju masyarakat yang lebih sehat, setara, dan berdaya.(***)







