
trenddjakarta.com, Jakarta, 24 Desember 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, MR.D.I.Y. Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai support system yang dapat di andalkan oleh para Ibu di tengah berbagai tantangan sehari-hari. MR.D.I.Y. Indonesia memahami bahwa perannya tidak pernah berhenti. Mulai dari mengurus keluarga, rumah tangga, hingga menghadapi berbagai kebutuhan mendadak yang kerap datang tanpa jeda.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata, MR.D.I.Y. Indonesia menghadirkan aktivasi “Hotline Curhat Ibu” yang telah berlangsung pada 13–14 Desember 2025 di toko MR.D.I.Y. Trans Studio Mall Cibubur. Aktivasi ini menjadi ruang aman untuk berbagi cerita. Meluapkan keluh kesah, serta meringankan beban emosional yang kerap terpendam dalam rutinitas sehari-hari. Di sisi lain, aktivasi ini juga menjadi tempat bagi para suami dan anak untuk memberikan apresiasi terhadap kehadirannya.
“Kami memahami bahwa menjadi Ibu berarti menghadapi banyak tantangan untuk selalu siap sedia, yang terkadang luput dari perhatian orang lain. Melalui inisiatif ini, kami ingin menunjukkan bahwa MR.D.I.Y. Indonesia ada untuk senantiasa memberikan dukungan kepadanya. Tidak hanya lewat produk, tetapi juga dengan menghadirkan ruang untuk di dengar dan di apresiasi.” Ujar Ria Sutrisno, Head of Marketing MR.D.I.Y. Indonesia.
Kehadiran aktivasi ini pada momen peringatan Hari Ibu Nasional. Di harapkan dapat menjadi wadah untuk membagikan keluh-kesah, serta tuntutan dan momen sehari-hari mereka. Hotline Curhat Ibu merupakan salah satu representasi komitmen MR.D.I.Y. Indonesia untuk hadir dan menjadi teman para Ibu. Yaitu dengan memberi mereka ruang aman tanpa penilaian. Serta memberikan dukungan emosional yang sederhana namun bermakna.
MR.D.I.Y. Indonesia Mendukung Kesejahteraan Mental Ibu
Pentingnya dukungan ini juga tercermin dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 . Yang menunjukkan bahwa prevalensi depresi pada perempuan dewasa mencapai 1,8%, lebih tinggi di bandingkan laki-laki sebesar 1,0%. Fakta ini menegaskan bahwa tekanan mental yang di hadapi perempuan, termasuk di antaranya adalah ibu, merupakan isu nyata yang memerlukan perhatian dan dukungan.
Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Psikolog Anak dan Keluarga, Saskhya Aulia Prima, M.Psi., yang menyatakan. “Ibu menjalankan banyak peran sekaligus dan sering berada dalam ‘survival mode’, sehingga perasaan-perasaan penting kerap mereka tahan hingga berisiko mengalami stres, cemas berlebihan, atau burnout. Karena itu, ruang aman dan dukungan praktis, termasuk kemudahan memenuhi kebutuhan mendadak, sangat membantu memiliki waktu lebih banyak untuk me-recharge emosi dan energi. Mereka juga membutuhkan tempat untuk bercerita tanpa di nilai, melepaskan penat. Dan meredakan tekanan sehari-hari. Dukungan sederhana seperti ini dapat membuatnya merasa lebih berdaya dan menjalani perannya dengan lebih tenang serta percaya diri.”
(***)







