
trenddjakarta.com, 19 Mei 2026 – Bandung punya lebih dari sekadar alasan untuk menjadi kota penutup “Pertunjukan Dalam Dinamika.” Bukan sekadar karena kota ini punya sejarah panjang dalam musik independen Indonesia, melainkan karena sebagian besar fondasi musikal Perunggu tumbuh dari jalan-jalan, gig kecil, hingga ruang tongkrongan di Bandung. Setelah membuka rangkaian di Yogyakarta dan melanjutkannya ke Surabaya, Perunggu akan menutup tur tiga kota mereka pada 23 Mei 2026 di Eldorado Sport & Convention Hall.
“Bandung mau sampai kapan pun bakal jadi stop penting buat kami. Karena kebetulan kami bertiga lahir di Bandung. Tumbuh kembang musik gue juga sangat di pengaruhi sama acara-acara musik di Bandung. Dulu hampir tiap minggu datang ke gig, datang ke acara-acara kecil, dan bahkan musisi luar juga banyak bikin panggungnya di Bandung. Kalau gue nggak tinggal di Bandung, mungkin perjalanan musik gue nggak bakal sampai kayak sekarang,” ujar bassist Adam Adenan.
Hal serupa juga di rasakan vokalis dan gitaris Maul Ibrahim. Bagi dirinya, Bandung bukan cuma kota tempat musik tumbuh, tetapi juga tempat menempa proses kreatif dan kompas artistik.
“Kalau gue pribadi, Bandung sangat pivotal buat perjalanan musik gue dari dulu. Bahkan sebelum Perunggu, influence musik gue banyak datang dari band-band Bandung,” kata Maul.
Kedekatan Perunggu dengan Bandung bahkan terasa sampai ke karya-karya mereka sendiri. Beberapa lagu Perunggu terang-terangan merujuk nama tempat dan bahkan menyebut “Bandung” secara langsung. Suasana dan nuansa Bandung secara tidak langsung terus muncul dalam semesta lagu-lagu Perunggu.
“Perunggu pun tim produksinya hampir setengah orang Bandung. Jadi memang terasa kayak homecoming gig-ish. Dari awal banget juga banyak teman-teman Bandung yang bantu kami tumbuh. Mulai dari showcase pertama sampai rilisan fisik. Jadi kota ini memang punya tempat yang sangat besar buat Perunggu,” lanjut Maul.
Untuk konser penutup ini, Perunggu menghadirkan sederet kolaborator lintas genre dan generasi, mereka adalah: Armand Maulana, Yura Yunita, Bernadya, serta Satria NB alias Iyo dari Pure Saturday.
“Kami cukup beruntung pernah satu panggung sama Kang Arman dan akhirnya bisa lihat langsung gimana beliau jadi performer dan jadi manusia. Itu yang bikin gue ngerti kenapa mereka bisa ada di titik itu. Sedangkan Pure Saturday itu salah satu band favorit gue sepanjang hidup. Dan menariknya, kadang masih banyak orang yang belum tahu betapa pentingnya mereka buat musik independen Indonesia. Jadi ada rasa pengen ngenalin lagi ke orang-orang bahwa band ini luar biasa banget,” ujar Maul.
Seperti dua kota sebelumnya, “Pertunjukan Dalam Dinamika” tetap mempertahankan konsep pengalaman konser yang intim sekaligus immersive. Mulai dari tata cahaya, visual, aransemen ulang lagu, sampai transisi antar lagu dipersiapkan lebih matang dibanding pertunjukan-pertunjukan Perunggu sebelumnya. Tidak lain untuk memberikan pengalaman menikmati musik Perunggu secara maksimal.
“Ini mungkin pertama kalinya kami benar-benar mewujudkan pertunjukan impian kami secara menyeluruh. Dari lighting, visual, sampai flow antar lagu. Kami ingin ini terasa sebagai satu show yang utuh, bukan sekadar memainkan lagu.” Kata drummer Ildo Hasman.
Perunggu juga tetap mempertahankan kampanye mereka untuk benar-benar menikmati momen kebersamaan secara nyata, tanpa sibuk dengan ponsel dan terburu-buru mengunggahnya ke media sosial.
“Kami ingin penonton benar-benar menikmati momen. Pengennya pengalaman itu jadi personal dulu, baru nanti jadi memori,” tutup Maul.
“Pertunjukan Dalam Dinamika” Bandung akan digelar pada 23 Mei 2026 di Eldorado Sport & Convention Hall, Bandung, dengan penampilan pembuka dari Podcast Seminggu. Tiket tersedia melalui situs https://dalamdinamika.com/
(***)





