
trenddjakarta.com, Jakarta, 14 Juli 2026 – RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand terkemuka di Asia Tenggara, melihat tren sport tourism mulai mengubah pola perjalanan wisatawan domestik di Indonesia. Wisatawan kini tidak lagi sekadar menentukan destinasi, tetapi juga merencanakan perjalanan berdasarkan ajang olahraga yang di ikuti.
Temuan tersebut tercermin dari penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026, ajang sport tourism pertama yang di dukung RedDoorz sebagai Official Accommodation Partner. Sebelumnya, RedDoorz berfokus menyediakan layanan akomodasi bagi atlet melalui kemitraan dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Selama penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026, RedDoorz mencatat tingkat okupansi properti dan multi-brand di Kabupaten Wonosobo meningkat dari rata-rata 60% pada periode normal menjadi 81%. Sementara itu, 21 properti yang berada di sekitar kawasan Sindoro Sumbing mencatat kenaikan okupansi menjadi 70% selama acara berlangsung. Di periode yang sama, jumlah pemesanan pun meningkat hingga 30% dengan total lebih dari 1.500 pemesanan.
“Kami melihat perubahan perilaku wisatawan. Jika sebelumnya orang memilih destinasi terlebih dahulu, kini semakin banyak yang memilih mengikuti sebuah event, kemudian menyusun perjalanan mereka di sekitarnya. Sport tourism menciptakan permintaan perjalanan yang lebih terarah sekaligus membuka peluang bagi destinasi berkembang untuk menarik wisatawan baru,” ujar Gusti Raganata, Head of Government Relations RedDoorz.
RedDoorz juga mencatat perubahan pada durasi menginap tamu selama penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon. Rata-rata lama menginap wisatawan meningkat dari satu malam menjadi tiga malam. Temuan ini menunjukkan bahwa banyak peserta dan wisatawan memilih untuk memperpanjang masa tinggal mereka setelah mengikuti perlombaan, sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk menikmati destinasi wisata serta berbagai aktivitas di kawasan Sindoro Sumbing.
Temuan RedDoorz sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan sport tourism sebagai salah satu penggerak baru pariwisata nasional. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, nilai industri sport tourism global di perkirakan mencapai sekitar US$625 miliar atau sekitar Rp11.306 triliun. Hal ini menunjukkan besarnya potensi sektor ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bagi RedDoorz, Wonosobo merupakan contoh bagaimana acara olahraga dapat memperkuat daya tarik destinasi berkembang. Selain menawarkan lanskap pegunungan yang menjadi daya tarik olahraga endurance. Kawasan ini juga menjadi salah satu pintu gerbang menuju kawasan wisata Dieng. Dan memiliki kekayaan budaya, kuliner, desa wisata, dan agrowisata yang semakin di minati wisatawan.
Potensi tersebut semakin di perkuat melalui penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026. Dan yang bertepatan dengan HUT Kabupaten Wonosobo ke-201 dan berhasil menarik sekitar 10.000 pengunjung. Rangkaian acara tersebut di ikuti sekitar 200 atlet triathlon dengan total sekitar 600 atlet dan pendamping, serta sekitar 7.000 peserta Fun Walk. Menurut RedDoorz, kehadiran peserta dan pengunjung menciptakan multiplier effect yang memberikan manfaat bagi berbagai sektor ekonomi lokal. Mulai dari peningkatan permintaan akomodasi, transportasi, hingga mendorong aktivitas pelaku UMKM setempat.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan bahwa penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026 turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai mitra, termasuk RedDoorz sebagai Official Accommodation Partner. Dan yang membantu memastikan kesiapan akomodasi bagi ribuan peserta dan pengunjung.
“Kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman yang baik bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi sport tourism yang semakin berkembang,” ujarnya.
Melalui jaringan 56 properti di Kabupaten Wonosobo, termasuk 21 properti yang berada sekitar 15 menit dari lokasi penyelenggaraan. RedDoorz menyediakan beragam pilihan akomodasi yang nyaman, terjangkau, dan mudah di jangkau selama acara berlangsung.
“Bagi kami, sport tourism bukan hanya menciptakan lonjakan permintaan akomodasi saat acara berlangsung, tetapi juga membantu memperkenalkan destinasi-destinasi berkembang kepada
wisatawan baru. Ke depan, kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun penyelenggara acara. Di mana untuk memperkuat ekosistem sport tourism dan mendorong pertumbuhan pariwisata domestik yang lebih merata,” tutup Gusti.
(***)






