
trenddjakarta.com, Tanggerang – RS Premier Bintaro memperkenalkan teknologi ROSA® (Robotic Surgical Assistant) sebagai teknologi pendukung dalam prosedur operasi lutut. Teknologi tersebut di rancang untuk membantu dokter memperoleh pengukuran, informasi, dan panduan berbasis data. Yang selama proses perencanaan dan pelaksanaan tindakan.
Pengenalan ROSA® di lakukan melalui acara “ROSA® Robotic Surgical Assistant: Safer & Smarter Knee Surgery” di Krakatau Room, Annex 1 Building, RS Premier Bintaro, Kamis (13/8/2026).
Forum tersebut menghadirkan dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL, Hip and Knee Surgeon, dan dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR, Subsp. KR(K), Consultant Rehabilitation Medicine Physician.
Selain membahas perkembangan teknologi robotik dalam operasi lutut. Diskusi juga menyoroti pentingnya rehabilitasi dalam keseluruhan proses penanganan pasien.
Acara turut di hadiri dr. Relia Sari, MARS, CEO RS Premier Bintaro, dr. Bambang Tutuko, Sp.An-KIC, Ketua Komite Medik RS Premier Bintaro, dan Aloysius Maximilian, Country CEO – Asia OneHealthcare Indonesia.
Teknologi Robotik sebagai Alat Bantu Dokter
ROSA® merupakan robotic surgical assistant yang di gunakan untuk mendukung dokter selama prosedur operasi lutut. Teknologi tersebut menyediakan informasi dan pengukuran yang dapat di gunakan dokter dalam melakukan perencanaan serta menentukan tindakan berdasarkan kondisi pasien.
“Teknologi robotik bukan untuk menggantikan peran dokter. Justru teknologi ini hadir sebagai assistant yang membantu dokter dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan dengan dukungan data serta perencanaan yang lebih detail,” ujar dr. Andito Wibisono.
Penggunaan teknologi tersebut mempertimbangkan kondisi anatomi pasien yang berbeda-beda. Perbedaan bentuk dan karakteristik lutut menjadi salah satu faktor yang perlu di perhatikan dalam perencanaan operasi.
Dalam konteks tersebut, ROSA® membantu menyediakan data dan pengukuran yang dapat mendukung dokter dalam melakukan tindakan secara lebih terukur.
Empat Aspek yang Didukung ROSA
RS Premier Bintaro menjelaskan sejumlah aspek yang dapat di dukung melalui penggunaan ROSA® dalam operasi lutut.
Pertama, teknologi ini membantu dokter dalam perencanaan dan penempatan implan melalui informasi dan pengukuran selama prosedur.
Kedua, ROSA® mendukung perencanaan tindakan berdasarkan anatomi pasien, mengingat kondisi setiap lutut memiliki karakteristik yang berbeda.
Ketiga, data dan pengukuran yang tersedia dapat membantu dokter dalam mengevaluasi keseimbangan sendi selama prosedur.
Keempat, tindakan yang di lakukan berdasarkan perencanaan dan pengukuran yang lebih terukur dapat mendukung proses pemulihan fungsi lutut, dengan hasil pemulihan tetap bergantung pada kondisi individual pasien serta proses rehabilitasi.
Dengan demikian, teknologi robotik tersebut berfungsi sebagai alat bantu dalam proses operasi. Keputusan medis dan pelaksanaan tindakan tetap berada pada dokter dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing pasien.
Rehabilitasi Menjadi Bagian dari Perawatan
Selain teknologi dalam ruang operasi, RS Premier Bintaro menekankan pentingnya rehabilitasi dalam penanganan pasien dengan masalah lutut.
Dr. Anita Ratnawati menjelaskan bahwa program rehabilitasi perlu mempertimbangkan kondisi serta target aktivitas setiap pasien. Karena itu, persiapan rehabilitasi dapat di lakukan sejak sebelum operasi dan dilanjutkan setelah tindakan.
“Setiap pasien memiliki target aktivitas dan kondisi yang berbeda. Karena itu, rehabilitasi perlu di persiapkan sejak awal agar program pemulihan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pasien,” jelas dr. Anita.
Kolaborasi antara dokter bedah dan dokter rehabilitasi menjadi bagian dari pendekatan komprehensif, dengan tujuan membantu pasien menjalani proses perawatan hingga pemulihan secara lebih terencana.
Perluas Akses Teknologi Medis
Pengenalan ROSA® menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi di RS Premier Bintaro.
Rumah sakit menempatkan teknologi sebagai salah satu komponen pendukung pelayanan, yang tetap berjalan bersama keahlian tenaga medis dan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Bagi kami, teknologi hanyalah salah satu bagian dari perjalanan pelayanan. Yang paling utama tetap pasien, bagaimana teknologi, dokter, dan seluruh tim medis dapat bekerja bersama untuk memberikan pengalaman perawatan yang aman, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan setiap pasien,” ujar perwakilan RS Premier Bintaro.
Melalui pemanfaatan teknologi robotik dan penguatan layanan rehabilitasi, RS Premier Bintaro mendorong pengembangan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pasien. (Td/Hnd)







