
trenddjakarta.com, Jakarta, 19 Agustus 2026 – Bangkok di nobatkan sebagai kota workcation terbaik di dunia dalam edisi keempat Indeks “Work from Anywhere” (Bekerja dari Mana Saja) dari IWG, sementara Tokyo dan Barcelona menempati peringkat kedua dan ketiga.
Indeks tahunan ini mengukur berbagai kota di dunia berdasarkan sejumlah indikator yang di rancang untuk menilai seberapa baik kota-kota tersebut mendukung kerja jarak jauh sembari bepergian. Seperti iklim, kecepatan internet broadband, akomodasi, transportasi, kuliner, budaya, dan ketersediaan ruang kerja fleksibel. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian terbaru IWG. Dan yang menunjukkan semakin populernya kebijakan Work from Anywhere (WFA). Juga di dukung oleh sistem kerja hibrida dan akses ke ruang kerja di berbagai negara.
Kini, memasuki tahun keempatnya, Indeks IWG sebelumnya menempatkan Barcelona, Budapest, dan Tokyo sebagai kota workcation terbaik di dunia. Pada edisi 2026, posisi tersebut di tempati oleh Bangkok. Dengan demikian Bangkok menggeser kota Barcelona, Budapest dan Tokyo.
10 Kota Workcation Terbaik
- Bangkok
- Tokyo
- Barcelona
- Porto
- Vancouver
- Budapest
- Naples
- Medellin
- Lisbon
- Seoul
Bangkok Puncaki Daftar 10 Destinasi Workcation Terbaik Dunia
Kota Bangkok menduduki peringkat pertama dalam daftar tahun ini. Dan di ikuti oleh Tokyo dan Barcelona yang mencerminkan keunggulannya sebagai kota global yang terjangkau dan memiliki konektivitas baik. Serta menawarkan dinamika dan daya tarik sebagai pusat perjalanan utama dunia. Porto dan Vancouver melengkapi daftar peringkat lima besar, sementara Budapest, Naples, Medellin, Lisbon, dan Seoul juga masuk dalam daftar peringkat tahun 2026 sebagai destinasi terkemuka bagi para pekerja yang menggabungkan perjalanan wisata dengan kerja jarak jauh.
Peringkat ini juga menyoroti semakin beragamnya destinasi yang kini menarik bagi para karyawan, mulai dari kota-kota utama di Asia dan kota-kota favorit di Eropa untuk liburan singkat, hingga destinasi jarak jauh seperti Vancouver dan Medellin. Ragam kota tersebut menegaskan bahwa destinasi workcation yang ideal perlu menawarkan lebih dari sekadar daya tarik wisata. Konektivitas yang andal, transportasi, akomodasi, dan akses ke ruang kerja fleksibel, serta pengalaman budaya, kuliner, dan gaya hidup menjadi faktor yang membuat pekerja tertarik memperpanjang masa tinggal mereka.
Kebijakan Bekerja dari Mana Saja Semakin Banyak Di terapkan
Penelitian terbaru yang di prakarsai oleh IWG, platform kerja terbesar dan penyedia ruang kerja fleksibel di dunia. Yang menemukan lebih dari separuh (51%) pekerja menyatakan perusahaan mereka sudah menerapkan kebijakan bekerja dari mana saja (work from anywhere atau WFA). Dampaknya sangat positif: 90% responden menyatakan WFA telah meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka. Sementara 80% mengatakan hal tersebut meningkatkan produktivitas. Selain itu, kebijakan ini juga memengaruhi keputusan karier, dengan 80% responden menyatakan kebijakan tersebut dapat membuat tawaran pekerjaan baru lebih menarik dan 62% menyatakan bersedia mempertimbangkan untuk pindah kerja demi mendapatkan kebijakan WFA yang lebih baik.
Peringkat tahun 2026 ini muncul di tengah meningkatnya adopsi kebijakan bekerja dari mana saja, seiring karyawan kian mencari destinasi yang dapat mendukung mereka baik secara profesional maupun pribadi. Akses ke ruang kerja fleksibel di destinasi tersebut merupakan bagian penting dari keputusan tersebut, yang disebutkan oleh 38% responden sebagai faktor kunci saat memilih lokasi untuk bekerja jarak jauh sembari bepergian.
Fleksibilitas Memungkinkan Pekerja Memperpanjang Durasi Perjalanan
Sistem kerja jarak jauh semakin mengubah cara orang bepergian. Hampir separuh (48%) pekerja berencana memperpanjang masa liburan, termasuk liburan singkat, dengan tetap bekerja secara jarak jauh sepanjang 2026. Selain itu, 46% mengaku lebih terdorong untuk melakukannya dibandingkan tahun lalu. Tren ini bahkan sudah terlihat, dengan 43% pekerja menyatakan pernah bekerja dari lokasi liburan tanpa harus menggunakan jatah cuti tahunan.
Kesejahteraan, Waktu Bersama Keluarga, dan Biaya Menjadi Faktor Pendorong
Menghindari kelelahan dan menjaga kesejahteraan menjadi alasan utama pekerja ingin memperpanjang liburan mereka dengan memanfaatkan sistem kerja jarak jauh, sebagaimana disebutkan oleh 54% responden. Alasan ini diikuti oleh keinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman (53%), serta memaksimalkan cuti tahunan (52%). Selain itu, tekanan finansial juga memengaruhi perilaku pekerja, sebanyak 51% menyatakan bahwa biaya hidup telah mendorong mereka memanfaatkan kebijakan kerja hibrida atau WFA untuk memperpanjang masa liburan.
Konektivitas Tetap Menjadi Pertimbangan Utama
Saat memilih lokasi untuk bekerja jarak jauh sembari bepergian, 38% responden menyatakan koneksi Wi-Fi yang andal menjadi prioritas utama, mengungguli faktor akomodasi, makanan, dan transportasi berkualitas tinggi yang dipilih oleh 12% responden. Biaya perjalanan dan akomodasi yang lebih terjangkau akan memotivasi 46% responden untuk memperpanjang durasi perjalanan sembari bekerja jarak jauh, yang menekankan pentingnya destinasi yang dapat menggabungkan kebutuhan kerja praktis dengan harga yang tetap terjangkau.
Karyawan Menginginkan Panduan yang Jelas Mengenai Workcation
Data riset ini juga menunjukkan bahwa meskipun minat terhadap perjalanan WFA terus meningkat, karyawan tetap menginginkan kepastian bahwa bekerja secara jarak jauh sembari bepergian dapat diterima dan didukung oleh perusahaan. Panduan yang jelas dan keyakinan mengenai ekspektasi perusahaan dapat mendorong lebih banyak karyawan memanfaatkan skema WFA saat bepergian, dengan 44% di antaranya mengatakan akan termotivasi jika mengetahui hal ini tidak akan memengaruhi penilaian terhadap kinerja mereka, dan 39% menyebutkan perlunya panduan yang lebih jelas dari perusahaan.
Mark Dixon, Executive Chairman and Founder of IWG, mengatakan, “Kami melihat semakin banyak pekerja yang memperpanjang perjalanan mereka untuk bekerja secara jarak jauh atau memilih menghabiskan waktu lebih lama di luar negeri sebagai pekerja jarak jauh atau digital nomad. Berkat sistem kerja hibrida dan teknologi cloud, karyawan kini memiliki kebebasan untuk bekerja di mana pun dan kapan pun yang paling sesuai bagi mereka, baik itu di ruang kerja fleksibel lokal maupun di pusat coworking di belahan dunia lain. Bagi banyak orang, masa-masa perjalanan panjang untuk pulang-pergi kerja setiap hari telah berakhir, dan kini ada lebih banyak kebebasan untuk bekerja di lokasi-lokasi baru.
Tren ini akan terus berlanjut seiring semakin banyak perusahaan menerapkan kebijakan kerja fleksibel dan WFA dalam jangka panjang, khususnya selama periode liburan. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta mengurangi kelelahan, tetapi juga memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan.”
Hasil riset ini hadir seiring dengan langkah IWG dalam terus mendukung para profesional dengan pola kerja hibrida maupun mereka yang memiliki mobilitas tinggi (on-the-go) melalui kemitraan perjalanan baru. Selama periode liburan, Hotels.com, bagian dari Expedia Group, bermitra dengan IWG untuk memberikan status loyalitas Hotels.com Gold secara gratis kepada anggota IWG yang berbasis di Amerika Serikat untuk jangka waktu terbatas, yang membuka akses ke hadiah yang lebih menarik, harga yang lebih hemat, dan fasilitas VIP yang dirancang khusus bagi tenaga kerja masa kini yang dinamis.
Dengan lebih dari 5.000 lokasi ruang kerja fleksibel di lebih dari 120 negara, jaringan IWG mencakup banyak destinasi terkemuka di dunia untuk perjalanan WFA, sehingga membantu karyawan mengakses ruang kerja profesional, di mana pun mereka memilih untuk memperpanjang masa perjalanan mereka.
Untuk informasi lebih lanjut dan memesan ruang workcation Anda berikutnya, kunjungi: www.iwgplc.com
(***)





