trenddjakarta.com, Jakarta, 27 Desember 2023 – Kejahatan siber masih menjadi permasalahan serius. Dan sampai kini tercatat dari tahun 2017-2022 terdapat 486.000 laporan. Dari jumlah 486.000 tersebut, jenis fraud yang mendominasi adalah penipuan transaksi daring dengan jumlah kurang lebih 405.000 laporan.
Ada beberapa jenis penipuan siber yang perlu kamu kenali. Phishing di mana penyerang menyamar sebagai individu atau organisasi yang kredibel untuk mendapatkan data seseorang. Voice phishing atau vhishing yang di lakukan melalui telepon. Lalu, bagaimana kamu bisa menghindari berbagai macam penipuan ini?. Simak berbagai cara untuk mengidentifikasi serta mengatasi risiko-risiko tersebut,
1. Hindari klik kiriman file dengan tautan “.APK”
Pernahkah kamu menerima dokumen undangan pernikahan atau foto kurir paket pengiriman dengan format file “.APK” dalam aplikasi chat?. Kata .APK dalam file merupakan tanda bahaya alias kedok dari penipuan siber. Setelah kamu mengklik tautan atau menginstal file .APK yang mengandung malware tersebut. Penipu akan mendapatkan akses ke ponselkemudian mencuri data pribadi. Dalam kasus terburuk, mereka bisa memperoleh akses ke akun rekening bankmu. Apabila kamu sudah terlanjur mengklik atau mengunduh file tersebut, jangan panik. Matikan koneksi mobile data dan WiFi di ponsel untuk meminimalisasi risiko. Dan hubungi Bank DBS Indonesia Customer Centre di 0804 1500 327 atau +6221 2985 2888 (dari luar Indonesia). Dan hubungi service centre resmi perangkat serta ganti kata sandi perbankan dari perangkat yang berbeda.
2. Hati-hati dalam memberikan informasi di media sosial
Zaman sekarang, siapa sih yang tidak membagikan keseharian mereka di media sosial?. Nah, bagi kamu yang aktif di media sosial, penting untuk lebih bijak dan hati-hati dalam membagikan informasi di akunmu. Dan jangan berikan informasi seperti KTP, SIM, paspor, tanggal lahir, alamat rumah dan nomor telepon di publik mana pun. Dan berhati-hati dengan hadiah, giveaway, hingga kontes yang marak belakangan ini. Meskipun banyak kontes yang sah juga.
3. Ganti kata sandi secara berkala
Penting untuk mencegah kejahatan siber dengan mengganti kata sandi secara teratur. Dengan melakukan hal tersebut, kamu dapat memastikan bahwa data pribadi dan informasi yang di simpan dalam akun kamu aman. Hal ini akan memberi lapisan keamanan tambahan dan membuat lebih sulit bagi peretas atau penipu untuk menebak kata sandimu. Untuk membuat kata sandi yang kuat, gunakan kombinasi angka, simbol, huruf kapital dan kecil. Dengan kata sandi yang kuat dan unik, kamu dapat meningkatkan keamanan akunmu.
4. Waspada saat scan QRIS di tempat umum
Transaksi jual beli semakin mudah dengan adanya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Di mana kamu cukup memindai kode QRIS dan memasukkan kata sandi. Jangan pindai jika tampak mencurigakan. Perhatikan nama merchant yang di tampilkan saat memindai kode. Pastikan kode QRIS nama merchant sudah sesuai. Jangan melakukan pembayaran kode QRIS yang mencantumkan tautan URL yang di persingkat. Misalnya www.asp1.qris.id;. Terakhir, cermati & perhatikan fisik poster kode QRIS tempat bertransaksi. Pastikan tidak ada stiker tambahan yang di tempel pada kode QRIS.
5. Aktifkan two factor authentication (2FA)
Salah satu langkah penting dalam melindungi akunmu adalah dengan mengaktifkan two factor authentication atau autentikasi dua faktor. Verifikasi dapat menggunakan kombinasi 2 faktor yang merupakan gabungan dari sesuatu yang kamu ketahui. Seperti kata sandi atau Personal Identification Number/PIN. Jangan pernah berikan kata sandi, PIN, atau kode OTP kepada siapa pun.
6. Blokir nomor yang tidak di kenal!
Pernahkah kamu menerima panggilan dari nomor asing? Jika ya, kamu harus melakukan pemeriksaan ulang. Untuk menggali informasi pribadi dengan menunjukkan bahwa mereka mengenal kamu secara pribadi. Jika kamu menerima panggilan dari nomor yang tampak mencurigakan, hindari menjawab atau memberikan informasi pribadi. Tetapi segera blokir nomor tersebut. Tindakan ini dapat membantu menghindari berbagai jenis penipuan.
Bank DBS Indonesia senantiasa berupaya untuk menjaga keamanan seluruh kegiatan perbankan, termasuk keamanan data nasabah. Teknologi dua faktor autentikasi dan Know Your Customer (KYC). Memastikan bahwa data nasabah yang di gunakan untuk membuka rekening adalah autentik.
Pemerintah telah menerbitkan (UU PDP) Undang-Undang no. 27 tahun 2022 untuk melindungi hak dasar warga negara terkait perlindungan data pribadi. Bagi sektor perbankan perlindungan data pribadi amat penting untuk menjaga kepercayaan nasabah. Untuk itu bank harus mendapatkan persetujuan nasabah dalam mengumpulkan dan menggunakan data pribadi mereka. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 6 tahun 2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat Di Sektor Jasa Keuangan. Bank selaku pelaku usaha jasa keuangan tidak boleh memberikan data dan informasi pribadi nasabahnya ke pihak lain tanpa persetujuan nasabah.
Head of Legal & Corporate Secretary PT Bank DBS Indonesia Yosea Iskandar mengatakan, “Kami menyadari bahwa dalam menyediakan produk perbankan digital yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Kami pun bertanggung jawab untuk menjaga keamanan data nasabah. Dengan demikian nabasah dapat menikmati layanan perbankan yang aman, nyaman, dan tidak merepotkan. Sesuai dengan prinsip ‘Live more, Bank less’ yang kami miliki.”
Semoga dengan langkah yang di jelaskan di atas dapat melindungi data kamu. Kamu sekarang lebih siap dan waspada dalam menghadapi berbagai ancaman yang muncul di dunia digital. Selalu ingat bahwa kita semua bertanggung jawab untuk melindungai data pribadi kita. Dan dengan pengetahuan yang cukup, kamu dapat melindungi diri dari berbagai bahaya cybercrime. (***)







