trenddjakarta.com, Jakarta, 19 Agustus 2024 – Komika kenamaan Dustin Tiffani baru saja meresmikan dengan content creator Ditha Rizky Amalia. Namun rencana ini nyaris saja terhambat akibat kebiasaan batuk Dustin yang sulit di kendalikan. Dustin Tiffani yang biasa mendapat cuan dari batuk yang jadi ciri khasnya, kali ini malah mendapat batu sandungan. Dustin bahkan sempat bertengkar di depan publik dan nyaris putus dengan Ditha, yang ketika itu sudah menjadi tunangannya. Akibat kebiasaan batuknya, padahal ketika itu keduanya tengah tampil sebagai bintang tamu di Podcast Warung Kopi (PWK). Setelah viral di masyarakat, insiden di podcast tersebut bahkan memancing tanggapan sejumlah dokter yang berusaha menjelaskan fenomena batuk tersebut. Bahkan akhirnya Dustin membuat video klarifikasi publik dan permohonan maaf kepada sang calon istri di kanal media sosialnya.
Pada kesempatan wawancara (22/07/24), Dustin menjelaskan meskipun sering di anggap membawa cuan. Namun kebiasaan batuknya ini sebenarnya justru sering mengganggu kegiatan personal maupun profesionalnya. Karena tak jarang batuk ini muncul dan sulit di kendalikan di momen-momen penting. Seperti saat meeting dengan klien atau bahkan saat tampil di depan publik. “Karena merasa terganggu, saya sudah pernah memeriksakan ke dokter. Dokter menjelaskan bahwa batuk bisa jadi di sebabkan faktor eksternal seperti polusi, asap rokok, atau perubahan musim yang memang sedang terjadi,” ungkap Dustin.
Usai pertengkarannya dengan sang tunangan viral, Dustin Tiffani pun menyimak konten-konten kesehatan dari sejumlah dokter yang mengomentari insiden batuknya. “Terima kasih buat beberapa dokter yang sudah menaruh perhatian pada batuk saya. Saya sudah menonton video-videonya. Memang masuk akal jika mereka mengatakan kalau aktivitas saya yang banyak di luar sehingga terpapar polusi, asap rokok, musim pancaroba hingga udara dingin dari AC bisa memicu tenggorokan gatal dan batuk, bahkan bisa sampai terkena flu. Sebenarnya ketika shooting di PWK, saya memang agak tidak enak badan. Di tambah lagi paparan asap rokok sepanjang proses shooting, jadilah batuknya makin sulit di kendalikan,” tutur Dustin.
Di konten-konten kesehatan dr. Rudi Margono, dr. Luh Putu Swastiyani Purnami, SpPD dan dr. Muslim Kasim, M.Sc, Sp.THT-K umumnya menyebutkan batuk bisa jadi lebih dari sekadar gangguan ringan jika tidak di tangani secara tepat. Batuk yang sudah parah dan terjadi dalam kurun waktu lama dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman. Mengganggu pekerjaan dan interaksi sosial, mengganggu istirahat, bahkan menjadi gangguan kesehatan tertentu.
Melengkapi penjelasannya, dr. Rudi Margono, dokter umum sekaligus seorang content creator menjelaskan. Batuk fisik sebenarnya refleks bawaan yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk melindungi diri dari benda asing. “Batuk bisa di kaitkan dengan berbagai macam kondisi klinis dan penyebab. Dengan demikian, batuk harus di evaluasi dan di tangani sebagai masalah penting hingga di temukan penyebab yang tidak berbahaya. Sebagian besar kasus batuk fisik akut harus di tangani secara empiris dan fokus pada penghilang gejala. Ini termasuk tindakan pendukung seperti mengonsumsi obat batuk OTC yang bisa di beli di apotek atau toko obat,” tutur dr. Rudi Margono.
Beberapa penyebab batuk fisik akut di antaranya: infeksi saluran pernapasan atas yang bisa di sebabkan virus, bakteri maupun bahan iritan lain. Umumnya kerap terjadi saat perubahan cuaca, terpapar asap rokok, polusi dan faktor lain. Sebagian besar batuk akan mereda dalam jangka waktu satu sampai dua minggu, tergantung kondisi tubuh penderitanya.
“Jika Anda batuk, tindakan pertama yang bisa di lakukan adalah mengonsumsi obat batuk OTC yang di jual di apotek dan toko obat dengan mengikuti cara yang di cantumkan dalam kemasan. Seperti yang di lakukan Dustin di podcast ini sudah benar. Karena dengan mengonsumsi obat batuk OTC dalam kemasan sachet yang mengandung bahan seperti guaifenesin, dextromethorphan dan chlorpheniramine maleate. Itu semua dapat meredam batuk yang mengganggu. Tetapi tetap waspadai batuk yang berkepanjangan, jika sudah berlangsung dua minggu dan belum sembuh juga, segera periksakan ke dokter”. Ungkap dr. Rudi Margono melengkapi penjelasannya.
Dustin sendiri mengaku sudah mencatat dan mulai menjalankan masukan para dokter tersebut. “Saya sudah ikuti saran dokter dan mulai makin tertib menghindari faktor-faktor pemicu batuk. Seperti paparan polusi, asap rokok, minuman dan udara AC yang terlalu dingin. Sebagai pertolongan pertama, saya minum obat batuk dalam kemasan sachet sekali minum yaitu Komix yang saya biasa beli di apotek atau toko obat. Agar bisa langsung merasa plong, hangat dan berkurang gejala batuknya. Alasan saya memilih obat batuk seperti itu karena kemasan per dosis yang pas. Mudah di bawa dan mudah di dapatkan di mana saja”. Ungkap Dustin yang kini khawatir batuk akan jadi gangguan pada prosesi akad nikahnya yang sudah semakin dekat.
Menanggapi pilihan Dustin untuk meredakan gejala batuk dengan obat OTC. dr. Elizabeth Angelina, dokter medis PT Bintang Toedjoe mengajak agar masyarakat bijak memilih obat batuk OTC yang mengandung bahan-bahan yang bisa meredakan batuk dengan efektif. “Pilih obat batuk OTC dengan kandungan yang dapat meredakan batuk berdahak, batuk akibat alergi, maupun batuk kering. Supaya penggunaan obat lebih efektif. Karena itu perhatian apakah obat batuk OTC yang Anda pilih mengandung Guaifenesin, yang bisa meredakan batuk berdahak. Chlorpheniramine maleate sebagai antihistamin untuk batuk alergi. Dan dekstrometorfan untuk mengatasi batuk kering. Obat OTC bisa di dapat tanpa resep dokter. Tetapi jangan lalai untuk mengonsumsinya dengan dosis yang di anjurkan yakni 1 sampai 2 sachet saja, ketika batuk menyerang,” kata dr. Elizabeth Angelina.
(***)






