trenddjakarta.com, Jakarta, 9 September 2024 – Batuk adalah salah satu gejala paling umum yang membutuhkan perhatian. Umumnya di sebabkan gangguan paru-paru maupun organ pernapasan lain. Batuk dapat mengganggu tidur, belajar, aktivitas profesional dan sosial seseorang. Kondisi ini membuat masyarakat butuh solusi cepat dan tepat untuk mengatasinya. Obat di jual bebas (OTC) yang mudah di dapat dan terjangkau bisa menjadi pilihan untuk bantu meredakan batuk. Namun di antara berbagai jenis obat batuk OTC yang ada, penting untuk memilih jenis obat sesuai dengan gejala yang di alami.
Gejala batuk yang berkepanjangan bisa mengganggu pola tidur. Menyebabkan kelelahan dan kesulitan fokus yang justru dapat memperburuk gejala batuk. Selain itu, gejala batuk yang kuat dapat menyebabkan nyeri otot dada bagi beberapa orang. Sebelum bergegas memeriksakan ke dokter, banyak yang berusaha mengatasi batuk sendiri dengan obat di jual bebas (OTC). Karena harganya yang murah dan mudah untuk di gunakan. Hal ini bisa di benarkan. Namun tidak sedikit yang kebingungan memilih obat batuk OTC yang tepat. Karena beragamnya pilihan, jenis batuk, serta efek samping yang bisa muncul.
Dokter Patriotika Ismail, Sp. PD, dokter spesialis penyakit dalam RS EMC Cikarang menyatakan pemilihan obat batuk OTC harus di lakukan dengan cermat. “Sebaiknya memang di tahap awal dapat melakukan pengobatan sendiri untuk meredakan gejala batuk. Tapi sebelum itu, penting untuk mengetahui jenis batuk yang di derita. Apakah batuk kering atau batuk berdahak dan apakah batuknya setelah terpapar suatu alergen atau tidak. Dan juga perlu di ketahui sudah berapa lama menderita batuknya. Karena kalau obat yang di minum tidak sesuai, gejala batuk tidak akan teratasi. Jika batuk tidak kunjung sembuh, jangan ragu untuk segera menemui dokter,” ujar dr. Patriotika.
Beda gejala batuk yang di alami, maka beda pula kandungan obat yang di butuhkan untuk mengatasinya. Agar tepat sasaran, perhatikan kolom kandungan yang tertera dalam bungkus obat dan sesuaikan dengan jenis batuk yang di alami. Gejala batuk berdahak di sarankan mengonsumsi obat batuk OTC yang mengandung ekspektoran seperti guaifenesin. Sedangkan untuk gejala batuk kering, di sarankan yang mengandung antitusif seperti dextromethorphan. Sementara itu, batuk tidak berdahak yang di akibatkan alergi sebaiknya minum obat batuk OTC yang mengandung chlorpheniramine atau antihistamin.
Meski harganya jauh lebih terjangkau daripada obat resep, obat OTC bisa menjadi pertolongan pertama yang terbukti aman dalam meredakan gejala batuk umum . ini di sebabkan arena kandungannya kurang lebih sama dengan obat resep, hanya dalam dosis yang lebih rendah. Secara umum, batuk bersifat ‘self-limiting’ yang berarti akan hilang dengan sendirinya sehingga obat OTC sangat cukup untuk mengatasi gejala batuk di tahap awal.
Ketersediaan yang bisa di dapat tanpa resep dokter sering kali membuat masyarakat tidak memiliki pengetahuan mendalam mengenai berapa dosis yang di butuhkan. Seperti obat medis pada umumnya, obat batuk OTC, jika di konsumsi tidak sesuai dosis dan jangka waktu yang di sarankan bisa menimbulkan efek samping. Seperti mual, muntah dan perubahan tekanan darah.
Dr. Elizabeth Angelina, dokter medis PT Bintang Toedjoe menjelaskan obat OTC lebih di anjurkan sebagai pertolongan pertama dan untuk batuk akut, bukan kronis. “Penting untuk tetap menjaga dosis yang tepat pada saat memanfaatkan obat batuk OTC. Karena konsumsi obat OTC berlebihan tidak hanya menguras dompet, tapi juga berdampak negatif bagi kesehatan. Sebagai bentuk pengobatan sendiri, konsumsinya harus sesuai dengan takaran yang di anjurkan dengan membaca aturan pakai dengan saksama,” tutur Dokter Angel.
Untuk masyarakat yang mementingkan faktor praktis, obat batuk OTC dalam kemasan sachet bisa menjadi pilihan tepat. Karena sudah terkandung satu dosis setiap satu sachet. Mudah di bawa & di konsumsi di mana saja jika perlu. Tanpa risiko membawa obat dalam botol yang bisa bocor dan sekaligus membawa sendok takar. Selain itu, obat batuk OTC tersedia di apotek maupun toko terdekat, sehingga mudah di dapatkan.
“Sebagai konsumen cerdas, harus jeli memilih obat batuk OTC dari yang ada di pasaran, dari segi kandungan juga kemasannya. Bisa mempertimbangkan obat batuk OTC dalam kemasan sachet yang kandungannya lengkap. Yaitu, Dextromethorphan, Guaifenesin dan Chlorpheniramine Maleate 2 mg. Yang dapat efektif meredakan batuk. Tidak kalah penting untuk selalu memerhatikan dosis dan anjuran pemakaian,” pungkas dr. Angel.
(***)







