trenddjakarta.com, 12 Maret 2025 – Tahun 2025, Synchronize Fest memasuki dekade emasnya. Sebuah edisi ke-10 yang penuh warna dalam merayakan keberagaman musik Indonesia. Dengan mengusung tema Saling Silang, Synchronize Festival mencerminkan bagaimana musik, seni dan budaya saling terhubung. Serta menciptakan harmoni dalam ekosistem festival musik Indonesia.
Synchronize Fest 2025 hadir dengan semangat refleksi sekaligus inovasi. Mengajak semua pecinta musik untuk kembali menelusuri momen-momen yang telah terukir selama satu dekade terakhir. Melalui panggung-panggung penuh kejutan, setlist tak terlupakan, hingga kolaborasi-kolaborasi yang membentuk sejarah festival ini.
“Synchronize Fest berangkat dari semangat kolaborasi saling-silang antar komunitas dan multi disiplin. Di edisi ke-10 nanti, bukan sekadar pencapaian. Tetapi ini persembahan terbaik untuk seluruh pihak yang selalu mendukung Synchronize Fest selama ini.” Ungkap David Karto selaku Festival Di rector Synchronize Fest.
Menyajikan Konsep Music & Art Festival Di Edisi Ke-10 Synchronize Fest
Edisi ke 10 Synchronize Fest juga di meriahkan dengan peringatan perjalanan 25 tahun demajors dan ruangrupa. Kolaborasi antara demajors label rekaman independen yang telah menjadi rumah bagi banyak musisi lintas genre. Dan ruangrupa, kolektif seni yang di kenal dengan pendekatan eksperimental dan partisipatif. Melahirkan konsep spesial di Synchronize Fest yaitu “music & art festival” yang akan di rayakan bersama pada 3, 4, 5 Oktober di Synchronize Fest 2025.
Konsep “music & art festival” di Synchronize Fest 2025 di ejawantahkan melalui instalasi visual, performans interaktif. Sampai dengan eksperimen ruang kolektif oleh ruangrupa yang akan membawa energi baru yang semakin memperkaya pengalaman Synchronize Fest lebih dari sekadar musik.
“ruangrupa, seperti juga demajors, berdiri dan tumbuh di era yang sama pada awal 2000 untuk memprakarsai ruang mandiri dan platform bagi munculnya gagasan-gagasan baru, karya-karya baru, serta menjadi tempat bertemu-belajar bagi seniman, kolektif, dan komunitas lintas disiplin” ungkap Indra Ameng dari ruangrupa.
Ade Darmawan dari ruangrupa pun menambahkan. “Merayakan perjalanan 25 tahun ruangrupa bersama demajors di Synchronize Fest 2025 menjadi pilihan dan pernyataan tersendiri tentang pentingnya praktik kerja bersama berbagi sumber daya dalam ekosistem seni. Synchronize Fest tahun ini akan menjadi ruang bagi kami. Di mana sebagai organisasi seni rupa dan kolektif seniman yang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman ruangrupa selama ini kepada publik dan generasi baru.”
Wajah Baru Visual Synchronize Festival 2025
Menjadi sebuah tradisi bagi Synchronize Fest di perhelatan tiap tahunnya selalu mengumumkan seniman yang di daulat dalam penggarapan visual kunci festival. Pada tahun 2025, Synchronize Fest melakukan pendekatan kreatif yang belum pernah di lakukan sebelumnya, yaitu melalui pendekatan lokakarya pengarsipan. Mengingat edisi ke-10 Synchronize Fest begitu istimewa, masih menjadi bagian dari salah satu DNA Synchronize Fest yaitu mengusung konteks kolaborasi. Kolaborasi antara demajors dan ruangrupa menjadi kata kunci utama melalui arsip sebagai bagian dari proses pembuatan key visual 2025.
Proses lokakarya yang di lakukan melalui diskusi, melihat kembali arsip, mendefinisikan konteks arsip dan pembedahan aset-aset visual juga fotografi melalui perjalanan demajors dan ruangrupa selama 25 tahun. Ini di lakukan dengan teknik kolase, cut & paste gambar dengan prinsip kolaborasi teknik beberapa seniman & illustrator. Hingga menghasilkan karya baru bertemakan Saling Silang.
Synchronize Fest juga turut menggandeng seniman, desainer dan perupa. Seperti Mateus Bondan (bondigoodboy), Hauritsa, Syaiful “Jahipul” Ardianto, Ahmad Fauzan (Cycojano), Degi Bintoro, hingga Kolektif Cisarua Creative. Kerja gotong royong visual ini menggambarkan semangat Saling Silang lintas disiplin antara musik dan seni.
Saleh Husein selaku Art Director Synchronize Fest mengungkapkan. “Kami percaya bahwa melalui arsip sebagai aset pengetahuan bisa menambah konteks baru pada era kontemporer sekarang ini. Dua entitas era 2000-an (salah duanya) menjadi penting dan mempunyai kesadaran terhadap arsip untuk kita bagikan kembali dengan cara-cara terbaru melalui kultur pop ke generasi mendatang. Di antaranya dan salah satunya melalui Synchronize Fest 2025”.
(***)






