
trenddjakarta.com, Palembang, 15 Agustus 2025 – Palembang Marketing Festival 2025 menghadirkan para profesional, pelaku usaha, dan pegiat pemasaran untuk membahas strategi menghadapi pasar yang terus berubah. Dalam gelaran acara ini, MarkPlus Institute resmi memperkenalkan buku terbaru berjudul “Jurus Jitu Jualan: Makin Sakti dengan AI”. Yang menyajikan panduan praktis sekaligus strategi komprehensif bagi tenaga penjual untuk menjawab tantangan penjualan di tengah lanskap bisnis yang semakin dinamis dan kompetitif.
Festival ini menjadi titik temu para profesional, pebisnis, dan perwakilan korporasi dari berbagai sektor. Mulai dari perbankan, F&B, hingga pariwisata yang ingin menyerap ide, menggali inspirasi dan mengadopsi strategi terbaru. Dengan ragam sesi yang memantik ide, acara ini di harapkan dapat menguatkan motivasi dan memperluas wawasan pelaku pemasaran di Palembang. Agar supaya mampu memberikan layanan unggul sekaligus mempertahankan posisi kompetitif di pasar.
Mengadopsi filosofi Jiu Jitsu, seni bela diri yang mengandalkan ketepatan teknik, bukan kekuatan. Buku Jurus Jitu Jualan: Makin Sakti dengan AI menegaskan bahwa penjualan
modern bukan soal memaksa, melainkan menyelaraskan solusi dengan kebutuhan pelanggan secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam paparannya di Palembang Marketing Festival 2025, Chief Operating Officer MarkPlus Institute, Raditya Tanu Hutama, menegaskan. Bahwa tenaga penjual masa kini harus berperan sebagai mitra strategis bagi pelanggan, bukan sekadar penyedia produk. Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, menurutnya perlu di fokuskan untuk meningkatkan relevansi dan memperkuat daya saing. Karenanya setiap interaksi dengan pelanggan tidak hanya menghasilkan transaksi, tetapi juga membangun hubungan yang bernilai jangka panjang.
Raditya juga menyoroti bahwa di saat krisis, keterlibatan langsung menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan sekaligus mengubah hambatan menjadi peluang. Ia menilai bahwa keputusan pelanggan lebih di pengaruhi oleh nilai yang mereka rasakan daripada sekadar harga. Oleh karena itu, fokus pada keunggulan dan keunikan produk atau jasa merupakan strategi terbaik untuk menghindari perang harga. Dan juga memenangkan hati pelanggan yang benar-benar menghargai kualitas.
Jurus Jitu Jualan memiliki tiga prinsip dasar penjualan modern sebagai fondasi bagi sales berdaya saing untuk memahami pemasaran. Yaitu dengan kerangka 4C (Change, Competitor, Customer, Company), menguasai literasi finansial. Seperti Balance Sheet dan Cash Flow untuk mendukung profitabilitas, serta menjadi kolaborator lintas divisi melalui prinsip QCDS (Quality, Cost, Delivery, Service) agar aktivitas bisnis selaras dengan kebutuhan pasar.
Tiga prinsip ini menjadi pijakan bagi lima jurus penjualan efektif dan adaptif yang di bahas dalam Jurus Jitu Jualan. Jurus pertama, menjual dengan fleksibilitas berarti membangun hubungan bertahap mulai dari sekadar kenal, menjadi dekat, hingga akrab. Kedua, mengubah cara pandang dengan metode SPIN Selling yang di perkaya teknologi AI untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih akurat. Ketiga, penawaran kecil menuju deal besar sebagai strategi membangun kepercayaan melalui uji coba atau penawaran awal. Keempat, mengarahkan percakapan layaknya teknik kuncian dan lemparan dalam Jiu Jitsu untuk menjaga kendali negosiasi. Terakhir, memulai langkah kecil yang tepat sasaran dengan memanfaatkan siklus Get, Keep, Grow, Win-Back. Serta teknologi CRM untuk mengelola hubungan pelanggan secara berkelanjutan.
Pengenalan buku “Jurus Jitu Jualan” di Palembang Marketing Festival 2025 menjadi bukti konsistensi MarkPlus Institute. Yaitu dalam membentuk tenaga penjual yang adaptif, inovatif, berjiwa wirausaha. Dan berpijak pada kearifan lokal. Dengan mengintegrasikan kekayaan tradisi dan sejarah Palembang bersama teknologi terkini. Festival ini menjadi wadah lahirnya generasi sales yang siap bersaing, berinovasi. Dan memberi kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi daerah maupun Nasional.
(***)




