
Dalam diskusi tersebut, Yasin Khan, CTO Mission Critical Networks and Enterprise Lead Ericsson South East Asia Oceania & India. Menekankan bahwa komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital Indonesia. Khususnya dengan menghadirkan use case implementasi digital di industri aviasi. Dan kerangka kerja komprehensif untuk mentransformasi bandara tradisional menjadi bandara yang terintegrasi secara digital.
“Sektor logistik dan transportasi menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari keterbatasan konektivitas di pelabuhan hingga kebutuhan otomatisasi gudang dan bandara. Dengan 5G-native connectivity, kita dapat menghadirkan real-time control untuk AGV, drone, dan robotika. Serta membuka jalan bagi adopsi teknologi canggih seperti IoT, AI, dan digital twin. Inilah fondasi menuju ekosistem transportasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” kata Yasin Khan.
Selain menghadirkan insight dalam sesi diskusi. Ericsson juga menampilkan berbagai demo use case 5G di booth pameran. Yaitu mulai dari Enterprise Virtual Cellular Network (EVCN) yang menyederhanakan IT perusahaan dengan konektivitas global aman dan otomatisasi layanan 5G eSIM. Connected Stadium 5G Differentiated Connectivity, Smart Lightpole Solution, Far Edge Core Optimized Solution. Hingga AI-Powered Digital Twin, inovasi dari Grup Molca, pemenang Ericsson Hackathon 2024. Inovasi Digital Twin hadir sebagai platform imersif untuk pemantauan aset dan pengambilan keputusan di industri padat aset seperti pertambangan atau manufaktur. Melalui booth dan partisipasi di ajang ini. Ericsson juga menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital Indonesia. Termasuk peluang monetisasi 5G bagi sektor enterprise, penguatan ketahanan bisnis dan kontribusi menuju Visi Indonesia Digital 2045.
(***)





