
trenddjakarta.com – Jakarta, 6 Februari 2026 – Gempuran tren fesyen yang kian kompleks serta pergeseran preferensi konsumen menuju gaya yang lebih modern dan digital, tidak membuat jenama asal Solo, Batik Keris kehilangan relevansinya. Justru, predikat “legendaris” menjadi fondasi bagi merek tekstil yang telah berkarya hampir satu abad ini. Di mana untuk terus beradaptasi dan berkembang mengikuti perubahan zaman. Tanpa meninggalkan akar tradisi. Batik Keris buktikan konsistensinya lewat harmonisasi pendekatan nilai budaya (heritage) dan teknologi (tech). Yaitu dengan memperkuat eksistensinya di pasar digital bersama Shopee.
“Sejak awal, Batik Keris meyakini bahwa batik tidak boleh berhenti sebagai artefak budaya. Batik harus terus hidup, di pakai, di rayakan, dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kami memahami bahwa keberlanjutan sebuah merek legendaris sangat bergantung pada kemampuannya menyinkronkan ritme sejarah dengan derap teknologi. Bertahan saja sudah merupakan sebuah pencapaian, namun Batik Keris memilih untuk melangkah lebih jauh. Upaya kami adalah untuk terus berkembang dengan membaca perubahan perilaku konsumen, memanfaatkan kanal distribusi modern. Serta menjaga keseimbangan antara inovasi dan autentisitas,” tegas Andy Rusli, Direktur Batik Keris.
Dari Warisan ke Masa Depan: Strategi Batik Keris Menjaga Relevansi
Nama ‘Keris’ pertama kali di gunakan pada tahun 1947 oleh generasi pertama keluarga pendiri, Bapak Kasom Tjokrosaputro. Berangkat dari latar belakang keluarga pedagang batik sejak era 1920-an, beliau memulai usaha sendiri dengan semangat sederhana. Yang menghadirkan batik yang bernilai tinggi, layaknya makna ‘keris’ sebagai simbol pusaka Jawa yang sarat kehormatan, kekuatan dan seni.
Di masa awal berdirinya, Batik Keris masih berupa industri rumahan dengan produksi belasan potong batik tulis per-bulan. Dari tangan ke tangan, dari helai kain ke kain, nilai tradisi itu di jaga dengan penuh ketelatenan, hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi industri besar yang mempekerjakan lebih dari 1.500 karyawan saat ini. Kini, setiap langkahnya sukses membawa Batik Keris sebagai salah satu pelopor batik modern dan menjelma menjadi salah satu pilar sejarah tekstil Nusantara.
Meski berjaya di pasar offline dengan lebih dari 80 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, estafet perjuangan terus berlanjut hingga generasi penerusnya. Keinginannya untuk tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di dunia digital, menjadi roda motivasi untuk terus berkembang. Langkah-langkah heritage tech dalam menjaga relevansi budaya di era modern ini di wujudkan melalui komitmen yang mencakup:
Ciptakan Koleksi Modern Classic ala Batik Keris
Setiap koleksi Batik Keris lebih dari sekadar busana; ini adalah bentuk penghormatan terhadap warisan yang tetap hidup di era modern. Dengan filosofi Modern Classic berkonsep ready-to-wear, setiap desain, warna, dan siluet di rancang agar batik terasa cocok untuk semua kalangan. Mulai dari anak sekolah hingga pekerja, pasangan hingga keluarga. Walaupun setiap koleksi di buat terbatas, Batik Keris terus berusaha menjaga eksklusivitas dan menghadirkan keistimewaan setiap pemakainya.
Loyalitas Pelanggan Lewat Kualitas Premium
Salah satu rahasia di balik loyalitas pelanggan Batik Keris selama puluhan tahun adalah kualitasnya yang tak tertandingi. Keunikan Batik juga terletak pada integritas sistem produksinya yang di kelola secara vertikal dari hulu ke hilir. Mulai dari pengembangan kain (katun kualitas ekspor, rayon, sutra, hingga viscose), proses kreatif motif oleh desainer internal (in-house designer). Pembatikan, penjahitan, hingga distribusi ke seluruh jaringan toko. Yang semuanya di lakukan dengan standar kualitas yang ketat.
“Kualitas kami ini terbukti, karena memang banyak pelanggan yang datang kembali ke toko mengenakan baju Batik Keris yang mereka beli 20 atau 25 tahun lalu, dan warnanya tetap bagus. Bahkan beberapa anak muda mengenakan baju Batik Keris turunan dari orang tuanya” tambah Andy.
Optimalisasi Bisnis di Ranah Digital
Memanfaatkan ekosistem digital untuk meningkatkan daya tarik pasar luas lewat Shopee menjadi salah satu langkah strategis. Kehadiran toko resmi (Official Store) Batik Keris di Shopee Mall sejak tahun 2021 tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga menjadi jaminan autentisitas bagi konsumen untuk mendapatkan produk yang asli.
Langkah ini bukan sekadar membuka toko daring, keseriusan Batik Keris di ranah digital juga dilakukan lewat terbentuknya tim khusus yang fokus mengelola strategi penjualan dan komunikasi digital. “Kami punya tim digital secara khusus, karena kami ingin beradaptasi lebih cepat lewat digital. Di sepanjang tahun 2025, Batik Keris bahkan berhasil mencapai pertumbuhan penjualan hingga lebih dari 50% berkat pemanfaatan program dan fitur interaktif Shopee. Fokus kami juga berlanjut pada tren live streaming, Shopee Live kini dilakukan setiap hari mulai jam 6 pagi hingga 10 malam. Tak hanya untuk memperkenalkan produk, kanal ini menjadi sarana edukasi akan nilai batik di era modern,” ujar Andy.
Eksistensi Batik Keris tidak hanya tentang bisnis, tapi juga tentang pemberdayaan komunitas. Melalui unit komunitas mereka, Keris Griya, Batik Keris membina UMKM dan seniman lokal dari berbagai daerah dan membantu memasarkan hasil kerajinan tangan mereka. Mulai dari kriya tekstil, kriya kayu, hingga keramik. Komitmen ini bahkan telah diakui pemerintah melalui penghargaan Upakarti sejak tahun 1985.
Eksistensi Batik Keris selama hampir satu abad ini menjadi pesan kuat bagi industri kreatif nasional bahwa digitalisasi bukanlah ancaman bagi tradisi. Sebaliknya, dengan strategi yang tepat bersama Shopee, teknologi heritage tech justru menjadi instrumen untuk menjaga identitas bangsa agar tetap eksis dan kompetitif di kancah global.
Temukan menemukan lebih banyak produk lokal berkualitas dari Batik Keris, dengan kunjungi https://shopee.co.id/batikkerisofficial.
(***)







