
trenddjakarta.com – Teman-teman, pernahkah terbayang jika Al-Qur’an saku kita yang berukuran sekitar 10 cm x 14 cm di perbesar hingga 177 kali lipat? Tentu terdengar luar biasa, bahkan mungkin tak masuk akal. Namun, percayalah—Al-Qur’an sebesar itu benar-benar ada. Bukan di luar negeri, melainkan di negeri kita sendiri, tepatnya di Kota Palembang, Sumatra Selatan.
Gerbang Utama yang Megah
Jika titik awal perjalanan kita adalah Jembatan Ampera—ikon kebanggaan Palembang—maka dari bundaran air mancur di depan Masjid Agung Palembang itu, kita bisa mengambil arah ke Jalan Merdeka. Dari sana, perjalanan menuju Bayt Al-Qur’an Al-Akbar hanya memakan waktu sekitar 26 menit saja.
Setibanya di lokasi, pengunjung memarkir kendaraan lalu memasuki gedung melalui gerbang utama yang megah. Di pintu masuk, kita di minta melepas alas kaki dan menitipkannya kepada petugas sebelum membeli tiket kunjungan. Suasana religius langsung terasa sejak langkah pertama.
Lembaran Mushaf yang Kuat
Setelah menaiki dua tingkat tangga di sisi kanan ruangan, tiket di periksa di atas. Di sepanjang koridor, UMKM lokal menawarkan produk khas Palembang seperti songket, jumputan, pakaian anak, aksesori, dan cenderamata menarik.
Di ujung jalan, terdapat area terbuka yang menyuguhkan lima lembaran mushaf raksasa berdiri rapi. Untuk melihat lebih dekat, kita turun ke lantai dasar melalui tangga kiri, di mana tersimpan lembaran mushaf dari Juz 16 hingga Juz 30, tersusun tinggi hingga mendekati langit-langit. Setiap lembar di ukir pada kayu tembesu yang kuat dan tahan rayap.
Rekor Dunia Indonesia Terbesar dan Terberat
Setiap keping berukuran tinggi 177 cm, lebar 140 cm, dan tebal 2,5 cm, terdiri dari lima sambungan kayu. Satu keping memuat dua halaman Al-Qur’an. Secara keseluruhan, mushaf raksasa ini terdiri dari 30 juz dengan total 630 halaman, yang tersusun dalam 315 keping papan.
Lembaran-lembaran ini dipasang pada rangka besi sehingga dapat diputar, memudahkan pengunjung membaca sisi lainnya. Tak heran jika Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menobatkan Al-Qur’an ini sebagai yang terbesar dan terberat di dunia.
Kita kemudian berjalan menuju ujung ruangan hingga tiba di pintu kaca yang membuka akses ke area penyimpanan Juz 1 hingga Juz 15. Di sini terdapat jalan kecil dan tangga menuju bagian belakang dinding mushaf. Dari sana, kita bisa memutar kepingan kayu seolah membuka jendela ayat-ayat suci.
Jangan Lupa Berkuliner!
Sebelum pulang, kurang lengkap jika tidak menikmati kuliner khas Palembang seperti berbagai jenis pempek: telur kecil, lenjer, keriting, adaan, kapal selam, tekwan, dan hidangan lainnya. Siapa yang tertarik melihat Al-Qur’an raksasa ini?
Kalau iya, Palembang menanti langkah kalian.Jangan lupa untuk mengabadikan momen berharga ini melalui foto atau video. Selain itu, pastikan untuk menghormati tempat ini dengan menjaga ketenangan dan kebersihan selama kunjungan. Palembang bukan hanya menawarkan keindahan Al-Qur’an raksasa, tetapi juga keramahan penduduk lokal yang siap menyambut dengan senyum hangat. Jadi, siapkan diri untuk petualangan mengesankan di kota yang sarat dengan sejarah dan budaya ini. (***)
Ditulis oleh:
Herlina mengajar di SMAN 3 Kayuagung, Sumatra Selatan. Hobi membaca sejak kecil, keinginan menulis muncul saat dewasa. Sekarang, ia menikmati menulis di berbagai bidang, yang meningkatkan kreativitasnya.







