
trenddjakarta.com – Musisi jazz, bassis, sekaligus produser musik ternama Indonesia, Barry Likumahuwa resmi merilis single terbarunya berjudul “Jalan di Bawah”, sebuah lagu bernuansa upbeat dengan sentuhan groove khas Timur Indonesia yang hangat, penuh semangat, dan sarat makna kebersamaan. Dalam lagu ini, Barry berkolaborasi bersama dua musisi muda berdarah Timur. Yaitu Diego Xoxa dan Grizzly Cluive.
“Jalan di Bawah” hadir sebagai pengingat untuk menikmati proses kehidupan dan mensyukuri setiap langkah kecil yang di jalani. Melalui lirik yang sederhana namun penuh makna. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk tidak terus-menerus melihat ke atas dan mengejar hal yang jauh. Tetapi juga menghargai perjalanan yang sedang di jalani saat ini.
Menurut Barry Likumahuwa, kolaborasi ini terasa sangat spesial karena seluruh proses kreatif berjalan secara organik dan natural.
“Halo semuanya! Something new is coming up! My new single titled ‘Jalan di Bawah’. Lagu ini spesial karena saya kolaborasi bareng dua musisi muda berdarah Timur. Yaitu Di ego Xoxa dan Grizzly. Vokal Diego yang berkarakter di tambah rhymes dari Grizzly membuat proses kreatif kita mengalir organik,” ungkap Barry.
Ia juga menyebut bahwa lagu ini menyimpan sedikit easter egg musikal bagi para pendengar yang sudah mengikuti perjalanan musiknya sejak lama.
“Ada sedikit easter egg dari groove & bassline lagunya buat yang udah kenal musik saya dan YTTA. Sesuai judulnya, harapannya lagu ini menjadi pengingat. Kadang kita terlalu sibuk ngeliat ke atas, mengejar yang jauh, sampai lupa mensyukuri pijakan kita di bawah. Ini tentang menikmati proses dan merayakan setiap langkah-langkah kecil. Semoga lagu ini bisa relate dengan kalian dan jadi soundtrack buat semua yang sedang berjuang di jalannya masing-masing. Enjoy the music, let the groove move you!”
Diego Xoxa turut menjelaskan bahwa. “Jalan di Bawah” bukan sekadar lagu tentang perjalanan fisik, tetapi juga tentang persaudaraan dan semangat berjalan bersama.
“‘Jalan di bawah’ bukan sekadar lagu tentang perjalanan fisik, melainkan sebuah perayaan atas langkah-langkah yang kita ambil menuju masa depan. Yang perlu di-highlight dari lagu ini adalah melakukan suatu hal bersama. Itu menggambarkan kami orang Timur yang selalu menganggap semua orang basudara atau saudara. Karena saudara kita jalan bersama saling support,” ujar Diego.
Dengan balutan musik upbeat bernuansa Timur yang kuat. Di ego berharap lagu ini dapat membawa energi positif sekaligus rasa persaudaraan bagi siapa pun yang mendengarkannya.
Sementara itu, Grizzly Cluive menggambarkan kolaborasi ini sebagai proses spontan yang menyenangkan dan penuh energi.
“Bajalang di bawah, sebuah tiba-tiba kolaborasi yang bikin harus turun bajalang, bagoyang, badendang! Semoga jadi hal baik,” kata Grizzly.
Secara musikal, “Jalan di Bawah” memadukan groove bass khas Barry Likumahuwa dengan sentuhan ritmis Timur Indonesia. Dan di balut aransemen modern yang enerjik namun tetap hangat. Produksi lagu ini di garap oleh Muhammad Haekal, dengan pengisian gitar oleh Varian Simorangkir dan drum oleh Abror Samdya. Karakter vokal Di ego Xoxa di padukan dengan rap khas Grizzly Cluive. Dan menciptakan dinamika yang memperkuat nuansa persaudaraan dalam lagu ini.
Barry Likumahuwa sendiri di kenal sebagai salah satu bassis paling berpengaruh di Indonesia yang telah lama konsisten menghadirkan eksplorasi musik funk, jazz, soul, dan groove modern melalui berbagai proyek musiknya. Dalam “Jalan di Bawah”, Barry menghadirkan warna musikal yang tetap khas namun terasa segar melalui kolaborasi lintas generasi dan budaya Timur Indonesia.
Single ini di produseri oleh Muhammad Haekal dengan Christian Bong sebagai Executive Producer. Proses mixing dan mastering di kerjakan oleh Abror Samdya.
Christian Bong sebagai Executive Producer mengungkapkan.
“‘Jalan di Bawah’ merupakan reimajinasi dari “Walkin’ with the Bass”, lagu yang Bung Barry rilis pada 2008. Secara personal, lagu original ini punya dampak besar dalam perjalanan musik saya. Dan sering saya bawakan di berbagai lomba band. Dan yang menjadi salah satu lagu yang membentuk selera dan arah bermusik saya”.
Lebih lanjut beliau mengatakan menjadi sebuah kehormatan ketika Indomusik Records di percaya merilis versi baru ini. Dan beliau sendiri di beri kesempatan untuk menulis liriknya. Sebuah momen yang penuh arti ikut merayakan 20 tahun karir seorang Barry Likumahuwa lewat lagu yang dulu turut membentuknya.
“Dari sisi musikal, versi ini kami bawa dari minor key ke major key. Yang memberi nuansa yang lebih merayakan dan cerah. Liriknya bermain pada dua dimensi kata “bawah”. Sebagai pemain bass yang identik dengan frekuensi bawah. Sekaligus sebagai representasi sikap humble yang Bung Barry pegang teguh sepanjang 20 tahun berkaryanya. Lebih dari itu. Lagu ini juga ikut merayakan musik pesta Timur dan gerakan Timurnesia yang tengah di populerkan oleh teman-teman musisi muda dari Indonesia Timur saat ini. Semoga karya ini bisa di nikmati dan menjadi penanda perjalanan yang indah.” Ungkap Bong lagi.
“Jalan di Bawah” resmi di rilis pada 15 Mei 2026 dan kini sudah dapat di dengarkan di seluruh digital streaming platform. (***)






