
trenddjakarta.com, 25 Juni 2025 – Ada sesuatu yang menarik ketika seorang musisi memutuskan lagu mana yang akan menjadi pintu masuk menuju fase berikutnya. Bukan dengan lagu yang mudah di cerna, bukan pula lagu yang sengaja di buat untuk mengulang hal-hal yang sudah berhasil sebelumnya. Namun justru memperdengarkan eksplorasi baru yang bergerak melampaui bayangan pendengarnya selama ini. Itulah yang di lakukan Rony Parulian lewat single terbaru “Wals Akhir Zaman”. Yang di rilis di bawah naungan Universal Music Indonesia.
Di rilis di seluruh digital streaming platform pada 26 Juni 2026. “Wals Akhir Zaman” menjadi langkah pertama yang memperlihatkan lanskap baru dalam perjalanan musikal Rony. Sebuah karya yang terasa lebih luas, sinematik, dan berani mengambil jarak dari pola yang selama ini melekat pada dirinya.
“Lagu ini mewakili arah yang ingin aku bawa ke depan, baik secara musikal maupun cerita. Dari sisi musik, ‘Wals Akhir Zaman’ memperkenalkan warna yang lebih alternatif dan lebih luas di banding karya-karya sebelumnya. Dari sisi cerita, lagu ini juga menjadi pintu masuk ke tema besar yang akan banyak muncul di beberapa proyek ke depan. Yaitu tentang cinta, perjuangan, dan memilih untuk tetap bertahan dalam situasi yang tidak selalu mudah,” ujar Rony.
Alih-alih menghadirkan kisah cinta yang romantis dan sempurna. “Wals Akhir Zaman” justru menemukan keindahannya di tengah ketidakpastian. Lagu ini membayangkan dua orang yang tetap berdansa meski dunia di sekeliling mereka terasa runtuh.
“Buat aku, ‘Wals Akhir Zaman’ bukan tentang akhir dunia secara harfiah. Lagu ini berbicara tentang menemukan seseorang yang tetap ingin kita pilih. Bahkan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja. Gambaran berdansa di tengah dunia yang runtuh terasa seperti metafora yang indah untuk menggambarkan perasaan itu,” lanjutnya.
Perubahan yang terasa dalam lagu ini tidak lahir begitu saja. Rony melibatkan Petra Sihombing sebagai produser dan bekerja bersama Rendy Pandugo dalam proses penulisan lagu. Kolaborasi tersebut menjadi ruang eksplorasi yang mendorong Rony keluar dari kebiasaan-kebiasaan yang selama ini terasa familiar.
Bagi Petra, prosesnya tidak pernah di mulai dari bagaimana warna musiknya harus terdengar dalam lagu ini. Yang lebih penting adalah menemukan bentuk yang paling tepat bagi “Wals Akhir Zaman”.
“Buat gue, yang lebih penting adalah lagunya cocok di bawa ke arah mana. Kami banyak mendengarkan satu sama lain. Yang paling penting adalah memahami arah yang ingin di bawa oleh artisnya, karena dia yang akan terus hidup bersama lagu itu.” Ujar Petra Sihombing.
Sementara itu, Rendy Pandugo melihat sesuatu yang jarang di temui dari sosok Rony hari ini. Bukan hanya dari warna suaranya, tetapi juga dari keberaniannya untuk membawa karakter tersebut ke wilayah musikal yang lebih dewasa.
“Menurut gue, di era sekarang agak jarang ada penyanyi yang punya karakter suara dan persona seperti Rony. Terutama di area pop-rock. Dia salah satu yang paling stand out,” kata Rendy.
Apa yang di bicarakan dalam lagu ini kemudian di terjemahkan ke dalam lanskap musik yang sama luasnya. Petra Sihombing mengisi electric piano, bass, dan programming. Sementara Rendy Pandugo menyumbangkan lapisan gitar akustik dan elektrik yang menjadi salah satu fondasi penting dalam suara “Wals Akhir Zaman”.
Permainan drum Enrico Octaviano, aransemen string oleh Vinson Vivaldi dan Roni Seiler, serta proses mixing dan mastering oleh Dimas Pradipta turut membentuk nuansa sinematik yang menjadi napas utama lagu tersebut.
“Aku berharap orang bisa melihat bahwa aku masih terus berkembang. Sebagai manusia, sebagai musisi, dan sebagai seseorang yang masih terus belajar memahami hidup. ‘Wals Akhir Zaman’ adalah langkah baru buat aku,” tutup Rony.
Perjalanan “Wals Akhir Zaman” juga akan hadir dalam bentuk visual. Video musik lagu ini di jadwalkan tayang pada 26 Juni 2026 melalui kanal YouTube Rony Parulian dan di sutradarai oleh Yogi Kusuma.
Melengkapi lanskap cerita yang di bangun dalam lagunya. Video tersebut menjadi perpanjangan dari semesta yang ingin di perkenalkan Rony Parulian pada fase barunya kali ini.
(***)






