
trenddjakarta.com, Jakarta, 1 Juli 2026 – Keamanan pangan merupakan fondasi penting dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri pangan Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia terus mendorong penguatan budaya keamanan pangan. Yang melalui Program Manajemen Risiko (PMR) yang telah berjalan selama satu dekade terakhir.
Sebagai bagian dari refleksi atas perjalanan tersebut. BPOM menyelenggarakan Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial Tahun 2026 dalam rangka peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia (World Food Safety Day) 2026. Mengangkat tema Kiprah Satu Dasawarsa Program Manajemen Risiko: Akselerasi Pertumbuhan Sarana Produksi Pangan Steril Komersial Berdaya Saing. Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi sekaligus memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam membangun ekosistem keamanan pangan nasional.
Dalam forum tersebut, PT Sasa Inti (Sasa) menerima PMR Award dari BPOM dalam kategori Industri Pertama yang Melakukan Pendampingan Izin Penerapan (IP) PMR Bertahap UMK. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Sasa dalam mendukung implementasi Program Manajemen Risiko. Yang melalui edukasi, pelatihan, seminar, dan pendampingan bagi UMKM pangan steril komersial sejak 2022.
Kolaborasi untuk keamanan pangan nasional
Komitmen Sasa dalam mendukung pelaksanaan PMR diwujudkan lewat kolaborasi berkelanjutan bersama BPOM dan IPB sejak 2022 melalui berbagai program edukasi, pelatihan, seminar, dan pendampingan teknis bagi UMK pangan steril komersial. Melalui inisiatif ini, Sasa turut membantu pelaku usaha memahami penerapan standar keamanan pangan, meningkatkan kesiapan produksi, serta memperkuat kemampuan mereka dalam menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan berdaya saing.
“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa membangun budaya keamanan pangan membutuhkan komitmen jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor. Bersama BPOM, IPB, dan berbagai pemangku kepentingan. Sasa ingin terus berbagi pengetahuan serta pengalaman agar semakin banyak UMKM mampu menerapkan standar keamanan pangan yang baik. Kami percaya langkah ini dapat memperkuat daya saing industri pangan Indonesia. Yang sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem pangan nasional.” Ujar Ir H Snowerdi Sumardi, MM, Chief Manufacturing Officer PT Sasa Inti.
Sementara itu, perwakilan BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menyampaikan. “Program PMR (Program Manajemen Risiko) bukan sekadar tentang mitigasi, melainkan sebuah langkah preventif melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP). Industri yang matang adalah industri yang mampu melakukan pencegahan secara mandiri.”
Sejalan dengan apresiasi tersebut, Sasa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kapasitas pelaku usaha pangan, khususnya UMKM pangan steril komersial. Sasa berharap semangat kolaborasi ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berperan dalam membangun ekosistem pangan nasional yang semakin tangguh dan inklusif.
Selama lebih dari lima dekade. PT Sasa Inti telah menjadi mitra tepercaya dapur keluarga Indonesia dengan menghadirkan berbagai produk bumbu dan pangan yang inovatif. Dengan semangat untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan industri pangan nasional. Sasa konsisten mendukung upaya peningkatan kualitas, keamanan, dan daya saing pangan Indonesia melalui inovasi serta kolaborasi yang berkelanjutan.
(***)






