
trenddjakarta.com – Setahun setelah Cowabunga memperkenalkan babak baru dalam perjalanan mereka. Yang hasil kolaborasi bersama Alkateri, The Jansen & Sunwich. Sajama Cut menghadirkan Cowabunga Deluxe, sebuah perluasan dari album tersebut yang kini tersedia untuk pertama kalinya dalam format compact disc (CD).
Di rilis melalui kerja sama Sajama Cut dengan label rekaman demajors. Cowabunga Deluxe hadir sebagai double CD pada 9 September 2026. Setelah sebelumnya album Cowabunga hanya hadir dalam edisi kaset terbatas via Bojakrama Press.
Cowabunga Deluxe memperluas materi album melalui karya dari tujuh musisi dan grup musik lintas generasi, Alkateri, Eleanor Whisper, The Jansen, Water Heater, Patrivia, Sunwich, dan ASHN. Masing-masing menghadirkan interpretasi terhadap lagu-lagu Cowabunga. Menghasilkan versi-versi baru yang memperlihatkan bagaimana karya Sajama Cut dapat diterjemahkan melalui karakter artistik yang berbeda.
“Ini benar-benar menunjukkan energi Cowabunga yang propulsif dan selebratif. Semakin ramai di teriakkan, akan semakin seru dan semakin terasa emosi dan kata-katanya,” ujar Marcel Thee.
Ia menambahkan. “Kami merasa sangat terhormat dengan kesediaan teman-teman yang luar biasa ini untuk terlibat di album deluxe ini. Selalu ada kejutan dari apa yang mereka tambahkan, juga interpretasi yang sama sekali tidak kami duga.”
Selain reinterpretasi dari para kolaborator, Cowabunga Deluxe juga memuat “Absolute Sadness”. Yaitu lagu yang di tulis dan di rekam pada periode sesi Cowabunga tetapi sengaja di simpan hingga sekarang. Sementara itu, “Debu-Debu Intan (feat. Sunwich)” menjadi salah satu pintu masuk utama menuju proyek ini. Yang mempertemukan Sajama Cut dengan vokal Aliefia Augustine dari Sunwich.
Kehadiran tujuh kolaborator tersebut sekaligus memperlihatkan rentang pengaruh dan hubungan Sajama Cut dengan berbagai generasi musik independen Indonesia. Bagi para musisi yang terlibat. Dan proyek ini menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan karya sebuah band. Yang telah membentuk bagian penting dari lanskap musik independen Indonesia selama lebih dari dua dekade.
Arno Zarror, gitaris Patrivia dan Dongker, mengatakan.
“Luar biasa, kami semua senang. Kebetulan semua personel Patrivia memang ngefans dengan Sajama Cut. Semoga versi kami bisa menjadi warna lain bagi pendengar setia Sajama Cut.”
Sementara Bryan dari ASHN menyampaikan. “Di album yang seru Cowabunga, ada track mellow, ada track ‘Debu-Debu Intan’ yang magis banget. It was an honor to do the ASHN version for the deluxe album.”
Kehadiran Cowabunga Deluxe dalam format fisik juga menandai perubahan penting dalam cara album tersebut dapat di miliki dan di koleksi. CD Cowabunga Deluxe dapat di peroleh melalui website demajors di www.demajors.com . Serta seluruh jaringan edar demajors.
Setelah perilisan fisiknya, Cowabunga Deluxe akan menyusul hadir secara digital. Yang melalui The Bronze Medal Records pada 11 September 2026.
Rangkaian ini kemudian akan berlanjut ke panggung. Sajama Cut akan membawakan Sajama Cut Deluxe Set di Synchronize Fest 2026 pada 17 Oktober 2026. Yang bersama dengan Sunwich, Eleanor Whisper, Alkateri, dan Patrivia. Yang turut hadir sebagai kolaborator di atas panggung.
Dengan format double CD, materi kolaboratif, serta satu lagu yang selama ini tersimpan dari sesi rekaman Cowabunga. Edisi deluxe ini menjadi cara Sajama Cut memperlihatkan bahwa perjalanan sebuah album tidak berakhir ketika album tersebut pertama kali di rilis.
Cowabunga terus bergerak melalui suara baru, interpretasi baru, dan pertemuan baru. Hingga akhirnya menemukan bentuk lain dalam Cowabunga Deluxe.
(***)



