FEB Universitas Indonesia Gandeng EdTech Cakap Produksi Materi Kursus Bagi Semua Kalangan

Trenddjakarta.com, Jakarta, 28 Oktober 2022 – Saat ini proses belajar-mengajar semakin berkembang seiring perubahan zaman yang dipengaruhi oleh teknologi. Jika dahulu belajar mesti dilakukan secara tatap muka, maka saat ini belajar bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, termasuk untuk
mendapatkan ilmu yang bisa bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan seseorang di luar bangku pendidikan formal.

Saat ini banyak materi perkuliahan yang bisa didapatkan melalui gawai. Dari sekian banyak kuliah online yang bertebaran, publik diharuskan menyaring mana yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, serta siapa dan bagaimana reputasi yang memberikan materi ajar.

Tingginya kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan atau pengetahuan yang bersumber langsung dari para pengajar di universitas, menyebabkan Massive Open Online Courses (MOOCs) banyak ditawarkan universitas-universitas di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia. MOOCs merupakan model belajar mandiri dan bersifat self-pace, dimana peserta ajar bisa mengatur cara dan waktu belajarnya. Materi utama dalam MOOCs adalah video, teks dan soal-soal latihan beserta pembahasannya.

Untuk menyiapkan video pembelajaran MOOCs, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UI) menggandeng Edtech Cakap dalam pembuatan konten untuk materi ajarnya. MOOCs yang ditawarkan di FEB UI misalnya adalah MOOC Pasar dan Lembaga Keuangan, Akuntansi Islam, dan Perpajakan. Total 112 materi video yang dihasilkan dari hasil kerja sama produksi UI dan Edtech Cakap.

Ledi Trialdi S.E., MPP., mewakili Center for Education and Learning in Economics and
Business (CELEB) FEB UI, menyampaikan optimisme atas kolaborasi dengan Edtech Cakap. Mayoritas materi ajar mata kuliah disampaikan secara daring di saat pandemi.

Meski saat ini pandemi sudah mereda, materi-materi daring seperti yang disajikan dalam MOOCs tetap dapat dipergunakan oleh mahasiswa di FEB UI sebagai bagian dari persiapan untuk mengikuti sesi perkuliahan dan mempelajari ulang materi pembelajaran yang ada. “Kerjasama dengan CAKAP
membantu kami membuat perencanaan pembuatan video beserta timeline proses kerja menjadi lebih baik,” jelas Ledi.

Sementara Tomy Yunus, CEO & Co-Founder Cakap, menyampaikan antusiasme positif
terkait diselenggarakannya produksi bersama MOOCs ini. “Senada dengan misi Edtech Cakap yaitu Elevate People’s Life, program tersebut memberikan wawasan baru kepada para pengajar mengenai teknik pembelajaran di era digital. Sebagai platform yang menjadi pelopor belajar jarak jauh, kami yakin metode blended learning merupakan inovasi pembelajaran yang semakin relevan dengan kondisi saat ini,” ujar Tomy.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan sistem
pembelajaran bagi mahasiswa di semester genap tahun 2021. Sistem pembelajaran tersebut dapat dilakukan secara campuran (blended learning), baik secara daring maupun tatap muka, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Hal ini bertujuan tetap tercapainya materi perkuliahan, dengan tetap menjaga keselamatan seluruh civitas akademika.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.