trenddjakarta.com – Produktivitas dan kinerja karyawan dapat terancam oleh tuberkulosis. Secara global, sebagian besar pasien TBC adalah mereka yang dalam rentang usia antara 25 hingga 45 tahun. Sementara itu, di Indonesia 27 persen pasien TBC adalah karyawan.
Hari ini, tanggal 21 Maret 2023, sejalan dengan tema Hari Tuberkulosis Sedunia, “Ayo, Kita Bisa Eliminasi TBC, dengan sub Tema: “Wujudkan Pekerja Bebas TBC untuk Indonesia Produktif”. Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Kementerian Kesehatan, dan Unilever mengumumkan kesepakatan untuk bekerja sama dalam mendeteksi dan mengobati TBC di lingkungan kerja Unilever di Indonesia.
“Amerika Serikat menyambut baik inisiatif Tuberculosis Free Workplace Kementerian Tenaga Kerja untuk memastikan bahwa semua pekerja memiliki akses ke layanan TBC berkualitas,” kata David Stanton, Wakil Direktur USAID untuk Penyakit Menular. “Dukungan kami untuk program kesehatan karyawan Unilever akan mencapai hampir 5.000 karyawan dengan tata laksana TBC berkualitas.”
USAID dan Tim Kerja Tuberkulosis Kementerian Kesehatan baru-baru ini memperkenalkan program e-learning yang berpusat pada TBC untuk tenaga kesehatan swasta, yang dapat digunakan untuk melatih staf kesehatan Unilever dalam praktik terbaik TBC.
Dr. Maxi Rein Rondonuwu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Pencegahan di Kementerian Kesehatan, menyatakan dalam pidatonya secara daring bahwa dalam menindaklanjuti amanat dalam Perpres tersebut, Kemenaker telah menerbitkan Permenaker Nomor 13 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja. “Permenaker tersebut menyampaikan beberapa poin penting mengenai: Pertama, Hak kepada pekerja untuk mendapatkan dukungan dari perusahaan atau pemberi kerja jika terkena TBC, Kedua, Perusahaan atau pemberi kerja harus memastikan penghapusan stigma dan diskriminasi bagi pekerja yang terkena TBC, Ketiga, Perusahaan atau pemberi kerja harus memastikan pekerja yang menderita TBC dapat kembali bekerja sesuai dengan penilaian kelaikan kerja,” jelas Dr. Maxi.
Direktur sumber daya manusia Unilever, Willy Saelan menyatakan “Kami berkomitmen untuk membantu karyawan kami menjadi versi terbaik dari diri mereka dengan memberdayakan mereka untuk menikmati keseimbangan kerja-hidup yang sehat, aman, dan berkualitas. Kami percaya bahwa ketika orang sehat dan baik-baik saja, mereka dapat memberikan kontribusi lebih banyak bagi keluarga, pekerjaan, dan masyarakat. Oleh karena itu, kami sangat mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2022 tentang Pencegahan Tuberkulosis di Tempat Kerja dengan melakukan upaya proaktif yang meliputi Promotif, Preventif, Kuratif, dan Rehabilitatif untuk mencapai lingkungan kerja bebas TBC di seluruh situs Unilever Indonesia.”
USAID tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan untuk mengeliminasi TBC pada tahun 2030.(red)





