trenddjakarta.com, Jakarta, 12 September 2024 – Mengapa seseorang perlu mengetahui minat dan bakatnya? Pertanyaan ini mungkin muncul di benak beberapa orang, terutama mereka yang sedang mengemban pendidikan tinggi. Bukankan bekerja sesuai jurusan kuliah sudah cukup baik? Mengenali minat dan bakat ternyata berkaitan erat terhadap hidup yang bermakna dan membangun perubahan yang berkelanjutan.
Nyatanya, berdasarkan data riset dari Integrity Development Flexibility (IDF), 87% mahasiswa di Indonesia merasa salah ambil jurusan karena berbagai alasan. Bisa karena dorongan orang tua, pengaruh teman, atau karena tak paham apa yang mereka inginkan. Hal ini ternyata mempengaruhi tak hanya kinerja dan kepuasan kerja, namun juga berdampak terhadap kontribusi mereka di masyarakat. Pada survei yang di laksanakan pada lebih dari 17 ribu orang, menunjukkan 73% responden merasa tidak puas dengan pekerjaannya.
Itulah salah satu alasan yang mendorong Cakap untuk memberikan workshop bertajuk “Inner Development Goals (IDGs) – Kenali Minat dan Bakat”. Kegiatan ini di hadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Trilogi. Yang bertujuan untuk mengenal lebih dalam potensi diri mereka. Juga memahami kontribusi yang bisa di berikan baik untuk diri sendiri maupun masyarakat.
Kegiatan workshop ini di awali mengenal Inner Development Goal (IDG) dan apa kaitannya dengan kontribusi kita dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDG). Inner Development Goal (IDG) adalah kerangka kerja yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas dan kapasitas internal individu. Guna mendukung transformasi diri dan perubahan sosial. IDG terdiri dari keterampilan dan sikap batin. Seperti kesadaran diri, pengelolaan emosi dan keterhubungan dengan orang lain. Semua itu di perlukan untuk menghadapi tantangan global. Hal ini terkait erat dengan Sustainable Development Goals (SDG). Karena upaya mencapai SDG, yang meliputi isu-isu seperti kesetaraan, lingkungan dan kesejahteraan sosial, membutuhkan perubahan tidak hanya di tingkat struktural, tetapi juga di tingkat pribadi. Pengembangan diri ini mendukung kolaborasi, kepemimpinan dan empati yang di perlukan untuk memecahkan masalah global yang kompleks.
Keterkaitan antara IDG dan SDG ini menunjukkan bahwa transformasi pribadi tidak dapat di pisahkan dari upaya mencapai tujuan pembangunan global. Hal ini sejalan dengan pentingnya kemampuan untuk mengenali dan memiliki relasi yang sehat dengan diri sendiri. Yang menjadi pondasi dalam berkontribusi secara bermakna terhadap perubahan sosial. Selain itu, mengenali minat dan bakat juga menjadi bagian penting dari proses ini. Karena dengan memahami potensi diri, kita dapat lebih efektif dalam memberikan kontribusi yang lebih besar dan berdampak positif bagi masyarakat.
Sayangnya, masih banyak calon lulusan mahasiswa yang belum benar-benar mengenal konsep dirinya. Mereka tidak tahu kualitas, atribut, keterampilan dan visi mengenai diri mereka. Hal ini menjadi bibit permasalahan di masa mendatang. Karena mereka akhirnya bekerja tidak sesuai dengan esensi diri mereka yang otentik. Tidak sesuai bakat dan misi jiwa mereka, sehingga tidak jarang pekerjaan yang di lakukan tidak maksimal.
Workshop ini menghadirkan sesi interaktif yang membantu para peserta untuk menggali dan mengenali minat serta bakat mereka. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa di ajak untuk merenungkan perjalanan pribadi mereka. Menemukan apa yang benar-benar memotivasi mereka dan bagaimana mereka dapat memanfaatkan potensi tersebut untuk tujuan yang lebih besar.
Aleima Sharuna S., Head of Brandcomm Cakap, menekankan pentingnya pengembangan diri bagi generasi muda, tidak hanya sekedar mengejar kelulusan, namun benar-benar mengenali kekuatan yang ada di diri setiap peserta yang hadir. “Salah satu hal paling krusial dalam hidup adalah mengetahui misi jiwa kita dan bagaimana kita bisa berkontribusi untuk lingkup yang lebih besar dari diri sendiri. Dengan mengenal diri sendiri, minat dan bakat, kita bisa menentukan kontribusi apa yang bisa kita berikan kepada diri kita sendiri dan juga kepada masyarakat,” ujar Aleima.
Bagi mahasiswa, pemahaman tentang IDGs menjadi relevan dalam mengembangkan minat dan bakat di era perkembangan teknologi informasi. Juga kebijakan publik atau manajemen digital. Dengan memahami konsep ini, mahasiswa dapat mengeksplorasi peluang karir. Yang menggabungkan keterampilan teknis dengan pengetahuan tentang penggunaan teknologi digital yang efektif. Selain itu, penguasaan IDGs memungkinkan peserta untuk berkontribusi dalam mengembangkan solusi inovatif. Yang dapat mendukung transformasi digital di sektor publik maupun swasta, sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Firmansyah, Ketua HIMASI Universitas Trilogi, sebagai perwakilan peserta, juga memberikan tanggapan positif terhadap acara ini dan merasa mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat untuk diterapkan. “Banyak insight yang saya dapatkan, untuk saya terapkan di kehidupan sehari-sehari. Karena banyak yang sebelumnya saya masih bingung. Tapi setelah ikut workshop kali ini saya bisa mendapatkan banyak masukan. Tips dan cara bagaimana kita mencari dan mengenal minat bakat yang kita punya,” ucap Firmansyah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Cakap untuk mendukung pengembangan kapasitas diri di kalangan generasi muda. Terutama mahasiswa, sebagai upaya untuk mempersiapkan mereka menjadi agen perubahan di masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, di harapkan lebih banyak generasi muda yang sadar akan potensi yang di miliki. Dan bagaimana mereka bisa menggunakannya untuk kebaikan yang lebih besar.
Dengan demikian, workshop ini tidak hanya sekadar menjadi kegiatan pengembangan diri. Tetapi juga menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal diri dan mengasah potensi mereka. Guna kontribusi positif bagi diri sendiri dan masyarakat luas. Meskipun tidak langsung menemukan jawabannya, setidaknya para peserta mulai terbuka dan tertarik untuk mencari lebih dalam tentang dirinya. Untuk memudahkan mengetahui minat dan bakat bagi mahasiswa dan lulusan baru, Cakap menyediakan tes yang dapat di akses melalui website Cakap Upskill. Sehingga mereka bisa mulai memiliki bayangan, bagaimana mereka dapat berkontribusi dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan untuk dunia ini.(***)






