
trenddjakarta.com, Jakarta, 30 Juni 2025 – Sampoerna University bekerja sama dengan Thunderbird School of Global Management, Arizona State University menggelar Public Lecturer. Acara ini menghadirkan Dr. Lawrence Abeln, Deputy Dean of Thunderbird Executive Education dan Clinical Professor of Global Management sebagai pembicara utama. Acara ini sekaligus sebagai bagian dari pengenalan Program Magister yang menawarkan dua gelar Master. Yaitu Magister of Business Administration (MBA) dan Master of Leadership and Management (MLM) yang baru saja di luncurkan.
Kuliah umum ini membahas berbagai tren global dan peran strategis kawasan ASEAN dalam menghadapi peluang dan tantangan ekonomi ke depan. Dan yang bertajuk “Shaping ASEAN’s Economic Future: Global Trends, Regional Resilience, & ESG Imperatives”. Selain memaparkan strategi untuk memperkuat ketahanan regional dan daya saing kawasan. Kegiatan ini turut di hadiri oleh akademisi dari sejumlah kampus di Jakarta serta para profesional dari berbagai perusahaan. Sehingga menghadirkan pembahasan yang lebih komprehensif dan beragam sudut pandang.
Dr. Surya Danusaputro Liman, Wakil Rektor Bidang Akademik Sampoerna University menyatakan. “Kuliah umum ini menjadi refleksi penting bahwa masa depan ASEAN. Yang membutuhkan pemimpin-pemimpin yang mampu berpikir strategis, berlandaskan nilai-nilai keberlanjutan. Dan juga adaptif terhadap perubahan. Kolaborasi kami dengan Thunderbird adalah wujud nyata komitmen kami dalam mencetak lulusan berdaya saing global yang tetap relevan secara lokal.”
Dalam paparannya, Dr. Abeln menguraikan tren utama yang di prediksi membentuk lanskap ekonomi hingga 2025. Di antaranya ketegangan geopolitik, perang dagang, inflasi global, disrupsi media sosial, pesatnya adopsi teknologi. Hingga meningkatnya tuntutan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Semua tren ini membawa dampak signifikan, tidak hanya bagi negara-negara maju, tetapi juga kawasan ASEAN.
“Saya percaya bahwa pendidikan adalah investasi untuk masa depan, dan sangat penting bagi pembangunan ekonomi ASEAN. Program ini kami rancang agar mahasiswa mendapatkan tiga hal, yaitu perspektif global, keterampilan praktis yang relevan untuk dunia kerja, dan paparan beragam topik dari manajemen hingga kepemimpinan strategis. Yang ke semuanyauntuk mempersiapkan mereka menghadapi dunia yang terus berubah,” ungkap Dr. Abeln.
Dr. Abeln menekankan bahwa meski menghadapi tantangan global yang sama, ASEAN memiliki keunggulan kompetitif, khususnya dari sisi demografi dan arus perdagangan. Berdasarkan data ASEAN Annual Report 2024, total populasi ASEAN saat ini mencapai lebih dari 680 juta jiwa dan tercatat sebagai ekonomi terbesar kelima di dunia dengan PDB kolektif sekitar USD 3,8 triliun. Meskipun terdapat ketidakpastian global, ketahanan ekonomi di ASEAN terbukti tetap terjaga dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 4,5% pada tahun 2024 dan 4,7% pada tahun 2025.
(***)







