
trenddjakarta.com, Jakarta, Indonesia, 15 Januari 2026 — Film terbaru karya Joko Anwar, Ghost in the Cell, resmi terpilih dalam Berlin International Film Festival (Berlinale), salah satu festival film paling prestisius di dunia. Film yang akan segera tayang di bioskop seluruh Indonesia ini masuk dalam section ‘Forum’. Yang di kenal sebagai section
bergengsi di Berlinale.
Berlinale Forum di kenal sebagai ruang kurasi bagi film-film dengan visi sinematik yang kuat, berani secara bentuk, serta tajam dalam membaca realitas sosial dan politik. Terpilihnya Ghost in the Cell menempatkan film ini dalam tradisi Berlinale Forum. Yang sebagai panggung untuk karya-karya yang mendorong batas sinema dan menawarkan perspektif yang tidak lazim. Ini adalah ruang arthouse yang juga memberi tempat untuk film genre berkelas dan eksploratif.
Forum tidak hanya menampilkan film-film yang eksperimental dan progresif, tetapi juga kerap menghadirkan karya-karya genre dengan bobot sosial yang kuat melalui program khusus. Dua contoh yang relevan dalam section ini adalah Exhuma (Pa-myo) (2024) karya Jang Jae-hyun dan Snowpiercer (Seolguk-yeolcha) (2014) karya Bong Joon-ho. Dan yang di putar sebagai special screening di Forum. Menegaskan bahwa Forum juga menjadi rumah bagi film “besar” yang tetap punya identitas artistik dan komentar sosial yang kuat.
“These are films by people who take their work and its impact seriously. The way it affects our coexistence, our battles, our reconciliations, our history and stories. How togetherness, beauty and solidarity are experienced and how we shape our social, cultural, ecological and political present and future.” Kata programmer Berlinale Barbara Wurm dalam rilis pers-nya.
“Kami sangat bangga film Ghost in the Cell terpilih di section ini di Berlinale. Karena section ini di kenal sebagai section yang secara kuratorial selalu memilih film yang bukan sekadar mengandalkan cerita, tetapi juga relevansinya kuat. Dan dengan situasi sosial dan politik negara asal setiap film yang masuk seleksi ini.” Kata Joko Anwar.
Film karya Joko Anwar ini akan di putar dalam rangkaian Berlinale tanggal 12-22 Februari 2026. Ghost in the Cell akan melakukan world premiere-nya di bioskop bersejarah Delphi Filmpalast am Zoo.
Tentang Ghost in the Cell
Berlatar di sebuah penjara Indonesia yang di kuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell memadukan horor dengan kritik sosial. Untuk membongkar bagaimana sebuah sistem bisa melindungi kekuasaan bahkan di tempat yang seharusnya menjadi ruang hukuman.
Terpilihnya film ini di Berlinale Forum menegaskan. Bahwa Ghost in the Cell sebagai karya genre yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga memiliki bobot gagasan dan bahasa sinema yang kuat.
Seleksi Berlinale Forum menempatkan Ghost in the Cell di hadapan komunitas sinema global. Yaitu programmer festival, kritikus, kurator dan pelaku industri yang menjadikan Berlinale sebagai salah satu acuan utama kalender film dunia.
“Ini sekaligus sinyal yang membuat Ghost in the Cell sebagai film yang menjanjikan kekuatan cerita, Bahasa sinema, dan gagasan yang kuat. Dan juga menarik untuk segera di nikmati penonton bioskop Indonesia.” Kata produser film Ghost in the Cell, Tia Hasibuan.
Film Ghost in The Cell di produksi oleh Come and See Pictures. Yang bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk
perilisan worldwide film ini.
Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures. Nantikan film Ghost in The Cell saat tayang di bioskop pada
tahun 2026!
(***)






