
trenddjakarta.com, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi prajuritnya. Tidak hanya dalam kepemimpinan dan manajerial, tetapi juga dalam kesiapan fisik dan kemampuan dasar keprajuritan.
Penegasan tersebut tercermin dalam pelaksanaan Uji Kemampuan Jasmani dan Kemampuan Dasar Militer bagi Perwira Tinggi (Pati) hingga Komandan Batalyon (Danyon). Dan yang di gelar di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, selama tiga hari, sejak tanggal 2 hingga 4 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan personel TNI AD yang di laksanakan secara berkelanjutan guna menjaga profesionalisme, kesiapan fisik. Serta keteladanan para pemimpin satuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai komandan.
Materi uji kemampuan meliputi kesegaran jasmani A dan B, menembak, serta renang militer. Seluruh rangkaian kegiatan di laksanakan sesuai standar dan prosedur yang telah di tetapkan dengan mengutamakan faktor keamanan bagi seluruh peserta.
Pada uji kesegaran jasmani, para peserta menjalani serangkaian tes fisik untuk mengukur daya tahan dan tingkat kebugaran tubuh. Sementara itu, uji kemampuan menembak di laksanakan untuk mengukur ketepatan, penguasaan senjata, serta kesiapsiagaan tempur. Adapun renang militer bertujuan menguji kemampuan prajurit dalam menghadapi medan perairan yang menjadi bagian dari tuntutan tugas operasi.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan. Bahwa uji kemampuan bagi komandan satuan merupakan kewajiban yang harus di ikuti dan menjadi bagian penting dari pembinaan kepemimpinan di lingkungan TNI AD.
Selain menjadi contoh nyata bagi prajuritnya. Keteladanan tersebut menjadi faktor kunci dalam membangun prajurit yang profesional dan siap melaksanakan tugas.
“Komandan yang hebat harus bisa menghebatkan prajuritnya. Bagaimana dengan komandan yang tidak hebat, apakah bisa menghebatkan prajuritnya?” tegas Kasad.
Melalui uji kemampuan ini, TNI AD berharap para perwira dan komandan satuan senantiasa berada dalam kondisi prima, profesional. Dan siap memimpin prajurit dalam melaksanakan tugas pokok menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red)
Sumber : Dispenad






