
trenddjakarta.com, Jakarta, 20 Mei 2026 – Putera Sampoerna Foundation (PSF) memperingati Hari Pendidikan Nasional. Yang sekaligus 25 tahun perjalanannya berkontribusi untuk pendidikan Indonesia. Melalui penyelenggaraan PSF Education Summit: Transforming Lives, Shaping the Future. Rangkaian di buka dengan sesi Workshop Strategi Pembelajaran “Kolaborasi dan Visualisasi Pembelajaran di Era Digital” oleh salah satu fasilitator PSF, Putri Fitria Joko. Yang menghadirkan pendekatan praktis bagi para guru dalam memanfaatkan teknologi pendidikan untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih kolaboratif, visual, dan berdampak.
Workshop yang di gelar sebagai sesi pembuka PSF Education Summit ini mengangkat pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai inti dari transformasi kelas di era digital. Di pandu oleh salah satu fasilitator PSF, Putri Fitria Joko yang berpengalaman mendampingi sekolah binaan PSF. Dan yang tersebar dari Kutai Barat hingga Manggarai Barat. Sesi ini membahas dua pendekatan utama. yakni cooperative learning dan graphic organizer yang di integrasikan dengan platform kolaborasi digital. Melalui berbagai metode seperti Think Pair Share, Round Robin Brainstorming, hingga Fishbowl. Para guru di ajak untuk mempraktikkan langsung strategi kolaborasi di kelas yang mendorong setiap siswa bukan hanya menerima informasi, melainkan berpartisipasi aktif.
Dampak dari workshop ini pun di rasakan langsung oleh para peserta. Terutama dalam mendorong cara pandang baru terhadap proses belajar mengajar di kelas. Tidak hanya menghadirkan wawasan mengenai metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Pelatihan ini juga menjadi ruang bagi para guru untuk berefleksi, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat untuk terus berkembang sebagai pendidik. Hal tersebut di sampaikan oleh Rauda Alia (Guru SD Insan Kamil Bogor). Yaitu salah satu peserta workshop, yang mengaku mendapatkan banyak inspirasi baru dari materi dan sesi diskusi yang berlangsung selama kegiatan.
“Workshop ini sangat membuka wawasan saya tentang pentingnya menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, relevan, dan berpihak pada kebutuhan anak-anak di era sekarang. Materi dan sharing yang di sampaikan memberikan semangat baru bagi saya untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan di kelas. Sekaligus memotivasi saya untuk terus berkembang sebagai pendidik. Ke depannya, saya berharap berbagai insight yang di dapat. Yaitu, seperti penerapan collaborative learning, penguatan critical thinking siswa. Serta penggunaan media pembelajaran yang lebih dekat dengan keseharian anak. Dan yang dapat di terapkan dalam proses belajar mengajar,” ungkap Rauda.
(***)







