
trenddjakarta.com, Jakarta, 15 September 2026 – Menjelang jadwal tayang serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026, rumah produksi Adhya Pictures dan Dapur Film merilis final trailer dan poster terbaru dari film horor-misteri yang paling banyak di bicarakan tahun ini, “Lobang Buaya”.
Di sutradarai oleh sineas kawakan Hanung Bramantyo, cuplikan berdurasi dua menit ini membawa ketegangan ke level baru. Jika materi promosi sebelumnya lebih banyak memperlihatkan teror mistis yang menimbulkan banyak tanda tanya. Trailer kali ini mulai menyingkap pola di balik pembunuhan berantai sadis yang melanda Desa Lobang Buaya pada tahun 1964. Yaitu para korbannya adalah deretan pejabat desa korup.
Sayatan Moral dan Pembantaian Tanggal 30
Dalam cuplikan terbaru, penonton di perlihatkan detail mengerikan dari rangkaian kasus kematian yang selalu terjadi tepat pada tanggal 30 setiap bulannya. Mayat-mayat petinggi desa di temukan tewas mengenaskan dengan kondisi punggung berlubang dan kulit yang di sayat membentuk kata-kata sindiran tajam. Seperti Goroh (dusta) dan Kemaruk (serakah).
Kematian-kematian ganjil ini rupanya bukan sekadar aksi kriminal biasa. Tetapi melainkan menyeret desas-desus kutukan Hantu Bolong dan praktik okultisme terlarang lewat Kitab Ghayat al-Hakim. Teror visual ini makin di tegaskan melalui poster resmi terbaru. Yang memperlihatkan Soegeng (Baskara Mahendra) dan Arum (Carissa Perusset) dengan ekspresi mengenaskan. Yang di balik sebuah punggung bolong seorang perempuan yang mengerikan.
Baskara Mahendra Hadapi Labirin Kasus Berdarah
Fokus cerita berpusat pada Letnan Soegeng (di perankan oleh Baskara Mahendra), seorang perwira militer yang di tugaskan memimpin investigasi pembunuhan berantai di Lobang Buaya. Bukannya mendapat jalan terang, Soegeng justru terjepit di antara intrik para elit yang berusaha menutup-nutupi kebusukan mereka. Serta teror gaib yang mulai menghampiri sang istri, Arum Wangi.
Baskara Mahendra mengungkapkan bahwa penonton akan di posisikan seperti detektif yang ikut mengurai teka-teki pembunuhan misterius di sepanjang film.
“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk ‘mencari dalang’ di balik misteri pembunuhan berantai ini. Dari setiap petunjuk yang di temukan dan setiap korban yang berjatuhan, penonton di ajak mengikuti perjalanan yang nggak cuma menegangkan dan seru. Tapi juga membuat kita bertanya: siapa sebenarnya yang paling berdosa dalam kisah ini?” tutur Baskara.
Hanung Bramantyo: Sentilan Atas Ketidakadilan Penguasa
Meski mengambil latar masa lampau setahun sebelum gejolak nasional meletus, Hanung Bramantyo menegaskan bahwa film ini adalah eksplorasi fiksi yang relevan dengan keresahan masyarakat modern. Bagi Hanung, genre horor dan thriller mistis menjadi medium paling ampuh untuk menyuarakan rasa muak masyarakat terhadap arogansi kekuasaan yang kebal hukum.
“Ketika dapat kesempatan untuk menggarap cerita ini. Saya melihat kembali apa yang di rasakan masyarakat Indonesia pada masa 1960-an yang masih kita rasakan sampai sekarang? Jawabannya adalah ketidak-adilan. Melalui cerita ini, saya ingin menunjukkan bagaimana kita sebagai masyarakat seringkali di curangi oleh ketidak-adilan mereka yang berkuasa,” tegas Hanung.
Dari Festival Film Dunia Menuju Layar Bioskop Indonesia
Sebelum menyapa bioskop tanah air, Lobang Buaya telah mengantongi reputasi solid di kancah perfilman internasional. Film ini mencatatkan World Premiere di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026. Dan tiket pemutarannya ludes terjual (sold out) di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026, Korea Selatan. Selain Baskara Mahendra dan Carissa Perusset. Film ini juga di dukung oleh jajaran pemeran kuat seperti Iskak Khivano, Anya Zen, hingga aktor senior Mathias Muchus.
Bagi kamu yang penasaran ingin membongkar siapa dalang sebenarnya di balik ritual pembantaian para pejabat korup ini. Film “Lobang Buaya” siap meneror seluruh jaringan
bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
Cek terus update dan teori konspirasi lainnya di akun Instagram @filmlobangbuaya, @adhyapictures, dan @dapurfilm.
(***)






