
trenddjakarta.com – Merasa tidak enak atau bersalah ketika menolak permintaan orang lain adalah hal yang sering di alami banyak orang. Namun, terus-menerus mengatakan “iya” tanpa mempertimbangkan diri sendiri bisa membuat Anda kelelahan secara fisik dan emosional.
Sering kali, keinginan untuk menyenangkan orang lain membuat seseorang menomorsatukan kebutuhan orang lain di bandingkan diri sendiri. Padahal, belajar mengatakan “tidak” atau dengan kata lain menolak secara sopan adalah bentuk dari menghargai diri sendiri.
Menurut konselor profesional Jessica Hunt, banyak orang tumbuh dengan anggapan bahwa mengorbankan diri adalah sesuatu yang baik. Namun, pola pikir ini bisa menyebabkan seseorang merasa harus selalu setuju, bahkan ketika sebenarnya tidak sanggup atau tidak nyaman.
Jessica menyarankan untuk mengambil jeda sebelum menyetujui suatu permintaan. Gunakan waktu tersebut untuk mengenali reaksi emosional dan fisik Anda. Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah ini benar-benar keinginan saya, atau saya hanya merasa harus menyetujuinya?”
Cara Mengganti Kata “Iya” Tanpa Menyinggung
Jessica juga membagikan cara mengganti jawaban “iya” dengan kalimat yang sopan dan tetap menghargai orang lain. Misalnya, Anda bisa mengatakan:
“Terima kasih sudah memikirkan saya, tapi saat ini saya belum bisa mengambil tanggung jawab untuk proyek tersebut.”
Menurut Jessica, mengatakan “tidak” bukanlah hal buruk. Justru, itu menunjukkan bahwa Anda memiliki batasan dan tahu kapan harus berkata cukup.
Menetapkan Batasan Adalah Bentuk Perawatan Diri
Penulis dan advokat Maria Ross juga menegaskan pentingnya memiliki batasan pribadi. Ia menyebut bahwa batasan adalah bentuk nyata dari perawatan diri. Dengan menetapkan batas, Anda bisa tetap hadir secara utuh dalam setiap hubungan, tanpa kehilangan diri sendiri.
“Perawatan diri sejati adalah sesuatu yang bisa memberi energi kembali pada tubuh, pikiran, dan jiwa,” jelasnya. Ini mencakup waktu istirahat, pemulihan mental, hingga refleksi diri untuk menjaga keseimbangan hidup.
Meski awalnya terasa tidak nyaman, mengatakan “tidak” adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Jessica menyarankan untuk memulainya dari hal-hal kecil agar Anda semakin percaya diri dalam menjaga batasan. Lama-kelamaan, Anda akan menyadari bahwa menetapkan batas bukan berarti tidak peduli pada orang lain, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Perlu diingat, Anda tidak harus selalu berkata “iya” atau “tidak” dalam setiap situasi. Yang penting adalah memahami kapan harus mengatakan keduanya demi menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan hubungan sosial.
Dan jika Anda merasa stres karena terus menerus berusaha menyenangkan orang lain. Tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan profesional seperti terapis. Dukungan dari ahli bisa membantu Anda mengenali kebutuhan pribadi dan menemukan cara sehat dalam mengelola relasi sosial.
(Td/Ati)






