
trenddjakarta.com, Bandung, Jawa Barat – Sejak dahulu kala, Bandung tidak hanya di kenal sebagai Kota Kembang, tetapi juga sebagai kota yang menyimpan rekam jejak panjang dalam sejarah perjuangan bangsa. Dari jalan-jalan bersejarah di pusat kota hingga kampus-kampus ternama yang tersebar di setiap sudut, Bandung telah melahirkan banyak tokoh pergerakan, pemikir, dan pendidik yang membawa perubahan besar bagi Indonesia. Tidak mengherankan jika kemudian Bandung kembali di percaya sebagai tuan rumah Pemilihan Duta Pendidikan Jawa Barat 2026. Sebuah ajang bergengsi yang memadukan semangat advokasi pendidikan dengan kreativitas generasi muda.
Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, pernah menegaskan: “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuhnya kodrat itu.” Semangat inilah yang menemukan konteksnya di Bandung, kota di mana pendidikan, kreativitas, dan gerakan pemuda saling bertaut erat. Dari kota ini pula, banyak anak muda menemukan jati diri mereka sebagai pemimpin masa depan.
Ketua Yayasan Karya Muda Duta Pendidikan Jawa Barat Raju Sahrial menyampaikan: “Bandung bukan sekadar lokasi, tetapi simbol. Kota ini adalah titik temu kreativitas, budaya, dan pendidikan. Kami berharap dengan memilih Bandung sebagai tuan rumah, semangat pendidikan Jawa Barat bisa semakin hidup dan dekat dengan masyarakat luas.”
Audisi tahap pertama akan di laksanakan secara daring pada 22–23 November 2025, dan para peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap berikutnya secara luring di Kota Bandung. Ajang ini di buka untuk dua kategori, yakni Remaja (15–18 tahun di tahun 2026, minimal 14 tahun saat mendaftar) dan Dewasa (19–26 tahun di tahun 2026, maksimal 25 tahun saat mendaftar).
Lebih dari sekadar kompetisi, pemilihan ini menghadirkan Bandung sebagai panggung untuk menyalurkan gagasan, mengekspresikan advokasi, serta merancang program nyata di bidang pendidikan. Bandung, dengan segala dinamika dan keragaman masyarakatnya, di yakini dapat menjadi inspirasi bagi para calon Duta Pendidikan untuk berlatih sekaligus berkontribusi langsung kepada lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Raju Sahrial mengemukakan bahwa “Bandung selalu menjadi melting pot gagasan pendidikan. Dengan menjadikan kota ini sebagai tuan rumah, anak-anak muda Jawa Barat bisa belajar langsung bagaimana pendidikan bukan hanya ada di ruang kelas, tetapi juga hidup di tengah masyarakat.”
Proses pendaftaran di lakukan dengan cara mengunggah twibbon resmi di akun Instagram pribadi, mengisi formulir di s.id/dutapendidikanjawabarat. Dan melakukan konfirmasi kepada narahubung. Informasi lebih lengkap dapat di akses melalui social media instagram @dutapendidikanjawabarat.
Pendaftaran tahap pertama ini gratis dan terbuka bagi seluruh pemuda Jawa Barat. Dengan Bandung sebagai saksi, inilah kesempatan emas bagi generasi muda untuk menunjukkan kepedulian, memaksimalkan potensi, dan mengambil peran nyata dalam membangun wajah pendidikan Jawa Barat.
(***)







