
trenddjakarta.com, Jakarta, 30 April 2026 – PT United Tractors Tbk (UT) selenggarakan Simulasi Kesiapsiagaan Serentak 2026. Yang sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam memastikan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebencanaan dan keamanan guna membangun ketahanan operasional. Kegiatan ini menjadi agenda perdana simulasi kesiapsiagaan. Dan yang di laksanakan secara serentak di seluruh cabang dan site operasional UT.
Simulasi di ikuti oleh 2.020 peserta yang terdiri dari karyawan Grup UT di 31 cabang dan site. Kegiatan pembukaan di laksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Sementara pelaksanaan simulasi di lakukan secara luring di masing-masing instalasi cabang dan site operasional perusahaan.
Kegiatan ini turut di hadiri oleh Corporate Communication and Sustainability Di vision Head UT, Di anwahyu Sri Purnomo. Plt Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo. Serta Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi BASARNAS, Moh. Barokna Haulah.
Dalam sambutannya, Corporate Communication and Sustainability Di vision Head UT, Di anwahyu Sri Purnomo, menyampaikan. Bahwa simulasi kesiapsiagaan merupakan langkah penting untuk membangun kemampuan respons cepat dan terarah dalam menghadapi situasi darurat.
“Dengan adanya simulasi ini, di harapkan setiap individu memiliki kemampuan respons yang cepat dan terarah dalam menghadapi keadaan darurat. Kecepatan dan ketepatan respons menjadi hal yang sangat penting saat menghadapi bencana. Sehingga setiap individu dapat tetap tenang, tidak panik, dan mampu berpikir jernih dalam melakukan langkah antisipasi,” ujar Di anwahyu.
Rangkaian kegiatan di awali dengan pembukaan dan pengarahan secara daring. Kemudian di lanjutkan dengan simulasi kesiapsiagaan secara serentak di masing-masing cabang dan site. Seluruh proses simulasi di pantau secara langsung melalui live record dari PIC di setiap lokasi untuk memastikan koordinasi dan pelaksanaan berjalan optimal.
Melalui kegiatan ini, UT berharap dapat meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta kemampuan seluruh karyawan dalam menghadapi potensi bencana. Baik bencana alam maupun non-alam. Dan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Dan yang melalui koordinasi yang efektif serta respons yang cepat dan tepat dalam situasi darurat.
(***)





