
trenddjakarta.com, Jakarta, 8 Juni 2026 – Yandex, perusahaan teknologi global, memperkenalkan solusi AI baru yang di rancang khusus untuk industri telekomunikasi di Indonesia guna mendukung percepatan transformasi digital. Solusi ini di harapkan mampu mendorong operator telekomunikasi. Yang agar bisa lebih cepat dalam menghadirkan produk berbasis tekonologi AI untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Yaitu dengan kebutuhan digital yang terus berevolusi dan semakin kompleks. Dan yang sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis bagi pelaku industri secepat mungkin.
Berdasarkan survei terkini terkait kecerdasan buatan dari Kumparan, 97 persen responden mengakui bahwa AI telah memiliki peran dalam kehidupan sehari-harinya. Temuan survei menunjukkan bahwa responden menggunakan AI untuk pencarian informasi (80 persen), komunikasi dan terjemahan (70 persen), membantu pekerjaan/ tugas (68 persen), hiburan dan kreativitas (60 persen), navigasi dan perjalanan (49 persen) serta belanja dan rekomendasi (39 persen). Lebih jauh, survei juga menunjukkan bahwa solusi AI yang paling banyak adalah Chatbot AI generatif (83 persen).
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan layanan berbasis AI. Pelaku industri telekomunikasi yang sudah besar semakin mengambil peran aktir dalam adopsi AI. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen dan menegaskan AI sebagai salah satu pilar produktivitas nasional. Karena itu, perusahaan dengan interaksi konsumen tingkat tinggi dan pengetahuan mendalam tentang sentimen pasar akan mampu menggunakan kapabilitas teknologi AI untuk menghasilkan produk yang lebih bisa memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen di Indonesia. Sehingga bisa memberikan alternatif layanan AI yang lebih personal di banding layanan AI global yang lebih one-size-fits-all. Atau di rancang untuk memenuhi kebutuhan semua orang.
“Perusahaan operator telekomunikasi berada pada posisi yang ideal untuk mendorong adopsi AI ke masyarakat yang lebih luas. Terutama karena mereka memiliki basis pengguna yang besar, brand tepercaya serta distribusi infrastruktur yang matang sebagai fondasi penting dalam meluncurkan produk AI untuk skala nasional. Hal tersebut juga memungkinkan perusahaan memberikan nilai tambah secara langsung kepada pengguna. Kami dari Yandex meyakini bahwa masyarakat Indonesia sudah siap untuk naik level dalam adopsi AI baik bagi konsumen maupun perusahaan,” ungkap Alexander Popovskiy, CEO of Yandex Search International
Inisiatif Yandex AI untuk Operator Telekomunikasi akan memberikan dukungan penuh kepada operator telekomunikasi dengan menggunakan berbagai bentuk model kolaborasi. Operator bisa mengintegrasikan layanan mereka ke dalam produk AI milik Yandex yang sudah tersedia. Atau mengadopsi teknologi Yandex ke dalam ekosistem milik mereka. Selain itu, operator juga dapat meluncurkan produk AI tersendiri menggunakan teknologi Yandex AI dengan identitas merek mereka sendiri.
Melalui solusi yang di kembangkan Yandex, operator telekomunikasi juga bisa mempercepat pengembangan berbagai layanan berbasis AI. Mulai dari AI-powered customer support atau bantuan pelanggan, call assistant atau asisten virtual hingga layanan self-service atau layanan mandiri. Layanan mandiri ini akan memungkinkan pelanggan melakukan berbagai hal secara mandiri, seperti pengecekan saldo dan pengelolaan akun. Dengan demikian, layanan telekomunikasi menjadi lebih mudah di akses melalui interaksi yang lebih alami dan intuitif.
Alexander menambahkan, “Kami melihat potensi besar bagi operator telekomunikasi untuk memimpin gelombang perluasan adopsi AI di Indonesia. Mereka sudah memiliki jutaan pelanggan serta infrastruktur yang di butuhkan untuk menjangkau masyarakat secara luas. Dengan dukungan tersebut, manfaat nyata dari teknologi AI dapat di hadirkan kepada pengguna tanpa perlu menunggu lebih lama lagi. Mereka hanya perlu perangkat yang tepat serta keahlian yang kami miliki setelah bertahun-tahun dalam membangun kapasitas teknologi berbasis AI. Kini, kami siap berbagi pengalaman dengan operator telekomunikasi dan membantu mereka dalam membangun layanan AI. Dan yang bisa sepenuhnya menjadi bagian dari keseharian masyarakat.”
(***)






